Watu Tulis Menata Desa Lewat Ruwatan Sedekah Bumi

Sidoarjo – Tidak mau ketinggalan dengan desa lain di wilayah Kabupaten Sidoarjo, desa Watu Tulis yang terletak di Kecamatan Prambon juga melakukan hal serupa yakni, melaksanakan acara ruwatan desa atau sedekah bumi.

Acara tradisi budaya warisan leluhur tersebut telah rutin diselenggarakan manakala bulan Ruwah (dalam kalender Jawa) tiba atau sebulan sebelum bulan Ramadhan.

Di tahun 2018 ini, ruwatan desa atau sedekah bumi masih sama seperti tahun sebelumnya yakni digelar di pendopo balai desa Watu Tulis dengan menampilkan hiburan budaya Jawa, Wayang kulit.

Pada acara itu, terlihat hadir sejumlah pejabat Forkopimka Kecamatan Prambon, Camat Prambon, Ainun Amalia, Kapolsek berikut Danramil Prambon, Kapten Inf. Sanusi serta H. Warsono, Kades Watu Tulis terpilih.

Dalam sambutannya, H Warsono menyampaikan beberapa poin menarik tentang makna ruwatan desa/sedekah bumi.

“Pelaksanaan ruwat desa atau sedekah bumi ini merupakan bentuk ucapan syukur kepada Tuhan yang telah memberikan kesejahteraan dan kemakmuran di desa Watu Tulis. Sekaligus ini upaya pelestarian nilai nilai kearifan lokal warisan leluhur,” ucap Warsono.

Namun menurut Warsono,”Sebenarnya bukan hanya itu saja. Ruwat desa bukan sekedar meruwat atau merawat secara lahiriah tetapi seyogyanya juga merawat secara batin atau lebih pada diri sendiri,” tuturnya.

“Ibarat tubuh. Kita harus merawat dan menjaganya agar tidak mudah terkena penyakit. Begitu pula desa. Butuh dirawat agar menjadi sehat kuat dan sejahtera. Namun itu tidak bisa dibebankan pada seorang Kades saja, harus pula dibantu dan didukung oleh seluruh warganya, warga Watu Tulis,” imbuh H Warsono.

Gelaran ruwatan desa Watu Tulis pada malam itu akhirnya di tutup dengan hiburan wayang kulit yang dimainkan oleh dalang Ki Teguh dari Mojokerto. (git)

Bagikan berita ini
13 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *