Vonis Oeiguna Dibacakan Melalui Laptop, Bukan Pada Minuta

Surabaya – Sidang agenda putusan, di warnai dugaan Majelis Hakim melakukan pelanggaran kode etik berupa, bacakan amar putusan dalam laptop tidak dalam berkas (minuta).

Pelanggaran kode etik terjadi saat sidang perkara Candra Oeiguna (38) yang di sangkakan, sebagai penadah karena dianggap dan terbukti secara sah telah menerima hasil dari penipuan yang dilakukan Dedy Hartono.

Pada Rabu (16/5/2018), di ruang Garuda II, Pengadilan Negeri, Surabaya. Sidang yang dipimpin oleh, Anne sebagai, Majelis Hakim tampak membacakan amar putusan dalam laptop ( pada umumnya, Majelis Hakim bacakan putusan dalam berkas ).

“Dalam hal perkara yang melibatkan Candra Oeiguna sebagai penadah sesuai pasal 480 ayat (1) maka Majelis Hakim menjatuhkan amar putusan 10 bulan hukuman badan,” ucap Majelis Hakim.

Atas jatuhnya amar putusan tersebut, terdakwa maupun JPU menyatakan pikir-pikir.

Sisi lain, bila mengacu pada dasar hukum minutasi sesuai pasal 5 Undang-Undang no 7 tahun 1989 tentang pembinaan teknis pengadilan dilakukan oleh Mahkamah Agung dalam rangka tertib administrasi perkara dan penyelenggaraan administrasi pengadilan.

Bagaimana bila pernyataan atau putusan Majelis Hakim tidak tertuang dalam bentuk tertulis?   (Slamet)

Bagikan berita ini
4 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *