Tandak dan Wayang Kulit Warnai Acara Sedekah Bumi di Kepunten, Tulangan

Sidoarjo – Demi melestarikan tradisi peninggalan leluhur serta tetap menjaga persatuan dan semangat guyub antar sesama warga, desa Kepunten secara rutin menggelar acara ruwatan desa atau sedekah bumi. Hal tersebut disampaikan oleh Bambang Supriyadi, Kepala Desa Kepunten Kecamatan Tulangan Sidoarjo, usai membuka sambutan acara sedekah bumi di pendopo balai desa, Rabu (25/4).

Bambang juga menjelaskan bahwa kegiatan itu sarat bernilai positif. Dalam arti sebagai pengingat terhadap nilai nilai kearifan lokal yang diwariskan para leluhur kepada generasi sekarang.

“Sejak masa kecil dulu, saya selalu menonton acara sedekah bumi ini. Disitu saya rasakan banyak manfaat dan pelajaran bisa diambil terutama tentang rasa guyub, kekompakan dan persatuan sesama masyarakat desa Kepunten,” tutur Bambang.

Kadesa yang juga ketua Bonek Tulangan ini melanjutkan, bahwa tidak selamanya yang kuno itu ketinggalan jaman. “Justru yang kuno itu bagi saya memiliki kadar nilai seni yang tinggi seperti pertunjukan wayang kulit ini. Orang asing saja kagum bahkan mempelajarinya, masak kita sebagai anak bangsa malu menikmati dan menontonnya?. Dibandingkan dengan hiburan masa modern ini, wayang kulit justru mempunyai nilai filosofi tinggi yang sangat berguna dalam kehidupan keseharian,” jelasnya.

Bambang juga tidak menampik bila dirinya kurang begitu paham dengan bahasa dan alur cerita wayang kulit. “Memang begitu, namun sebagai anak bangsa dan pemimpin desa saya turut wajib melestarikannya,” tambahnya.

Pada acara gelaran budaya tersebut, hadir pejabat Forkopimka Kecamatan Tulangan yakni, Camat Tulangan, Abdul Wahib dan Kapolsek Tulangan serta wakil dari Koramil Tulangan. (git)

Bagikan berita ini
12 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *