Pemerintah Indonesia Memiliki Kapal Selam Terbaru Kapal selam KRI Ardadedali-404

Surabaya – Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.AP., menjadi Inspektur upacara dalam penyambutan salah satu unsur strategis Alutsista baru TNI AL ini.

Tampak hadir dalam acara tersebut Ketum Jalasenastri Ny. Endah Ade Supandi, Sekjen Kemhan, Irjenal beserta Ibu, Asops Kasal beserta Ibu, Aspers Kasal beserta Ibu, Aslog Kasal beserta Ibu, Aspotmar Kasal beserta Ibu, Pangkoarmada II beserta Ibu, Pangkoarmada III, Dubes Korea Selatan Mr. Kim Chang Beom beserta staff, Athan Korea Selatan Colonel Park Pil Seung beserta staff serta para pejabat teras dan tamu undangan lainnya.

Kasal Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.AP.,dalam sambutannya menyatakan bahwa Pengadaan alutsista adalah normal dalam TNI AL. “Pengadaan alutsista TNI AL ini merupakan program strategis TNI AL jangka panjang, hal ini merupakan suatu hal yang wajar sebagai wujud peremajaan alutsista guna mengganti alutsista  yang berumur diatas 25 sampai dengan 30 tahun,” ujarnya.

Kapal selam Cakra dan Nanggala dibuat tahun 1980 dan sudah tua dan akan diprogramkan Alutsiata baru dan menggganti Alutsista yang berumur diatas 25 tahun ini.

Ade- sapaan akrab Kasal ini- berharap agar Kapal ini dapat dirawat dengan baik, rencana strategis jangka panjang harus dipegang teguh dalam TNI AL. Tentunya kapal yang datang kali ini lebih sempurna dari pengadaan Kapal selam sebelumnya.

Ucapan terimakasih kepada Komandan dan anggota KRI Ardadedali-404 yang telah membawa Kapal selam KRI Ardadedali-404 dan tiba selamat di Indonesia. “Terima kasih saya sampaikan kepada Komandan KRI Ardadedali-404 Letkol Laut (P) Widya Poerwandanu dan segenap anggota KRI Ardadedali-404 yang telah membawa Kapal selam KRI Ardadedali-404 dan tiba selamat di Indonesia. Kapal selam KRI Ardadedali-404 resmi memperkuat TNI Angkatan Laut (AL).

Alat utama sistem senjataan (alutsista) itu sudah di Dermaga Kapal Selam Koarmada II Ujung Surabaya setelah melakukan pelayaran dari Galangan Kapal Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME), Okpo, Korea Selatan.

Masuknya KRI Ardadedali–404 ke jajaran TNI AL sesuai dengan rencana minimum essential force TNI yang telah ditetapkan dari tiga kapal selam yang dipesan pemerintah Indonesia dari pemerintah Korea mampu mendukung terciptanya stabilitas keamanan kawasan. Indonesia sebagai poros maritim dunia pun diharap terwujud.

Sementara itu, penggunaan Ardadedali sebagai nama diambil dari salah satu panah milik Arjuna, tokoh protagonis dalam Wiracarita Mahabharata. Bentuk ujung dari senjata ini seperti burung dan memiliki jiwa.

Pemberian nama itu dengan harapan kapal selam itu mampu melaksanakan tugas dan fungsinya sebaik mungkin. Alutsista ini harus menjadi senjata andalan yang tidak pernah terkalahkan di setiap peperangan.(TH)

Bagikan berita ini
10 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *