SMA Hang Tuah 1 Surabaya Satu – Satu”nya SMA Memiliki Plus Perhotelan

Surabaya – Kali ini SMA Hang Tuah 1 Menampilkan double track Di Depan Ruangan Rapat Kordinasi Kepala SMA Negeri dan Swasta se -jatim Tahun 2018 di Ballroom Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya, Senin (23/4) pagi.

Pendidikan double track SMA dilakukan untuk mengisi kekosongan terhadap proses industrialisasi di Jatim. Kekosongan tersebut antara lain terlihat dari adanya sekitar 90 ribu peluang kerja di Jatim yang tidak bisa diisi karena kompetensi.

SMA Hang Tuah 1  plus perhotelan. Anak anak setelah mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), kita  data berapa yang tidak melanjutkan kuliah. Mereka itu akan diarahkan mengikuti job-training (JB) di hotel dan restoran,” kata Kepala sekolah, Hadi Sukiyanto.

Kepala Sekolah (Kasek) SMA Hang Tuah 1, Hadi Sukiyanto menyatakan, para siswa kelas – 12 tidak semuanya melanjutkan ke bangku kuliah nantinya, selepas tamat dari SMA.

Ada yang tidak mau kuliah dan tidak mampu melanjutkan ke jenjang perkuliahan, karena terbentur keterbatasan finansial yang dimiliki orang  tua.

Menurutnya, yang mengikuti JB sebanyak 150 siswa dari total 418 siswa,yang berarti jumlahnya cukup banyak.  “Untuk memberikan keterampilan perhotelan pada siswa sengaja dilakukan selepas jam sekolah,” ucapnya.

Ini mengingat kurikulum 2013 materi pendidikan yang diajarkan di sekolah sampai sore hari. Keterampilan perhotelan di berikan di luar jam sekolah. Selepas jam sekolah jam 15.00. Setelah itu, akan ditambah 1,5 jam  lagi untuk keterampilan perhotelan.

“Setiap hari  para siswa diberikan keterampilan perhotelan dengan kelas yang berbeda-beda. Guru pengajarnya dari praktisi perhotelan ,” ucapnya Hadi Sukiyanto

Dijelaskan Hadi, dipilihnya perhotelan karena di Surabaya bermunculan hotel dan restoran yang begitu banyak dan di mana-mana. Ini pasti membutuhkan tenaga kerja yang terampil dan siap pakai di bidang perhotelan.

Selain itu, Kasek Hadi Sukiyanto memang punya pengalaman di bidang perhotelan. Sebab, dia cukup lama bekerja di perhotelan dan akan ditularkan pada anak didiknya agar menjadi lulusan yang mandiri dan bisa membuka lapangan kerja sendiri.

“Lagian, belum ada SMA yang mendirikan  plus perhotelan. Ini peluang kerja bagi para siswa yang tidak melanjutkan kuliah. Untuk anak-anak kelas 11 diberikan materi perhotelan dan kelas 12 mengikuti JB di hotel,” ucapnya.

Materi perhotelan ada empat, meliputi bartender,  house keeping , F & B servis, dan F & B production. “Mereka diajari cara memasak, mengajikan minuman dan mengatur kamar tidur.  Kita sudah mempunyaai lab, kitchen dan menyerupai kamar hotel bintang  3.  Akan dibangun kafe dan homestay agar anak-anak bisa praktik . Kita  bekerjasama dengan hotel Mercure, hotel 88, Santika, dan Acardia,” ucapnya.

Hadi Sukiyanto, berharap anak-anak didiknya yang tidak bisa melanjutkan kuliah, mempunyai bekal keterampilan mumpuni dan bisa bekerja di hotel.

“Minimal punya bekal untuk buka usaha sendiri. Selepas tamat SMA, mereka bisa buka kafe sederhana sendiri dan mendapatkan pemasukan sendiri. Mereka bisa menjadi wirausaha, karena dibekali ilmu entrepreneurship. Bisa membuka kafe sendiri dan usaha lainnya,” kataya.(TH)

Bagikan berita ini
12 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *