Simpan Narkoba di Kemaluan, Jaringan Malaysia Dituntut 16 Tahun

Surabaya – Painem yang disangkakan sebagai kurir narkoba jaringan Malaysia kembali duduk di kursi pesakitan guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, karena kedapatan simpan narkoba jenis sabu di kemaluan (alat vital).

Di persidangan yang beragendakan tuntutan, M.Nizar selaku, Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Tinggi Surabaya menuntut pidana penjara selama 16 tahun dan denda 1 milyarder dengan subsider 6 bulan (seperti hukuman kurungan sebagai pengganti hukuman denda apabila terhukum tidak membayarnya).

Sedangkan,terdakwa lainnya, Sriani dan Sidi juga dituntut serupa oleh JPU. Adapun, pasal yang dikenakan kepada ketiga terdakwa yaitu, pasal 113 ayat (1) juncto pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI no 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Usai mendengar tuntutan JPU secara bergantian ketiga terdakwa menyampaikan pembelaannya.

Isi dari pembelaan berupa,memohon keringanan, menjadi tulang punggung keluarga dan menyesal guna tidak mengulang perbuatannya.

Untuk diketahui, bahwa pada Kamis (21/9/2017), Painem saat di pintu keluar bandara internasional,Juanda, Surabaya, gerak-geriknya sangat mencurigakan karena berjalan agak sempoyongan dan dalam keadaan benar-benar tidak berdaya maka petugas membawa ke klinik dengan maksud dilakukan pengobatan.

Alhasil pemeriksaan medis, rasa sakit dari perut terdakwa oleh tim medis ditemui kejanggalan berupa adanya barang haram narkoba jenis sabu yang sengaja dimasukkan dalam kelamin (alat vital).

Dari pertolongan tim medis akhirnya, sabu bisa dikeluarkan selain itu, juga ditemukan narkoba yang sengaja di simpan dalam sandal jepit terdakwa dan didapati barang bukti, sabu seberat 50 gram, handphone dan uang tunai sebesar 50 Ringgit (mata uang Malaysia).

Dalam persidangan sebelumnya, terdakwa mengakui barang haram dari Tatok di Malaysia ( DPO ) sedangkan, Sriani berperan menjemput terdakwa di bandara internasional Juanda Surabaya, dengan disertai Sidi selaku driver yang akan melayani guna mengantar barang haram sesuai perintah Tatok.   (Slamet)

Bagikan berita ini
14 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *