Residivis Akui Hanya Sekedar Nikmati Sabu Secara Gratis

Surabaya – Jasa layanan pengiriman barang J&T ekspres yang berlokasi di jalan Kebonsari Blok A no 5, Surabaya, melalui Hery Setiawan selaku, karyawan bagian penerimaan barang mencurigai salah satu paketan barang yang tertuju kepada Fathul Yasin dengan alamat Kampung Banjar RT. 042 Selong Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat maka di beritahukan kepada Adi Irawan dan Suripno dari Polrestabes.

Selang beberapa waktu kemudian, jajaran Sub IDIK II Satreskoba Polrestabes Surabaya mendatangi kantor J&T Expres,untuk melakukan pemeriksaan paketan barang mencurigakan.

Alhasil, dari pemeriksaan diketemukan,1 (satu) buah kantong plastik kecil berisi Kristal putih yang diduga Narkotika jenis sabu dengan berat brutto 45,47 (empat lima koma empat tujuh) gram dan 4 (empat) pakaian,yang berada dalam paketan tersebut.

Beserta tim secara cepat melakukan pengembangan dengan membungkus kembali paket itu dan dikirimkan melalui J&T EXPRESS, Jalan Manunggal Kebonsari Blok A Nomor 5 Surabaya sesuai dengan alamat tujuan.

Selanjutnya, hari Kamis tanggal 18 Januari 2018 sekira pukul 10.00 Wita, di Jalan THG. Zainudin Abdul Majid Kelurahan Selong Kecamatan Selong Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat, terdakwa mengambil paketan dengan jalan kaki saat itulah, tim Polrestabes melakukan upaya penangkapan.

Dari hasil pemeriksaan, terdakwa mengakui barang bukti yang dibawa adalah milik Baso Armatoa Pasolo.

Masih menurut terdakwa, ia berencana akan menyerahkan kepada OGOT, beralamat di Masbagik Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur, dengan imbalan atau komisi sebesar Rp. 300.000.

Pengakuan lainnya, bahwa terdakwa sudah 4 (empat) kali mengambil dan menyerahkan bungkusan paketan yang didalamnya terdapat Narkotika kepada Baso Armatoa Pasolo.

Fakta dipersidangan, yang digelar pada Rabu (23/5), di ruang Tirta I, Pengadilan Negeri Surabaya, dari beberapa pertanyaan yang diajukan Dedy selaku, Jaksa Penuntut Umum,dari Kejaksaan Negeri, Surabaya, ada satu pertanyaan yang patut di cermati bagi jurnalis yang melakukan liputan.

Adapun, pertanyaan tersebut, dijawab oleh terdakwa, bahwa ia pernah menjalani hukuman badan selama satu tahun dalam perkara yang sama, ucapnya.

Di ujung persidangan atas perbuatan terdakwa, sebagaimana diatur dan dapat diancam pidana sesuai Pasal 114 ayat (2) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
(Slamet)

Bagikan berita ini
7 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *