PT Angkasa Pura 1 (Persero) Bersinergi Untuk Membangun Pariwisata Jawa Timur

Surabaya – Dalam rangka meningkatkan potensi pariwisata di Jawa Timur, PT Angkasa Pura I (Persero) menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Collaborative Destination Development (CDD) dengan tema ”Developing East Java’s Tourism in Welcoming One Million Foreign Tourist Arrival by 2025” bersama para pemangku kepentingan pariwisata seperti Pemerintah Provinsi Jawa Timur, maskapai, pengamat pariwisata, akademisi, dan pelaku industri pariwisata pada Senin (14/5) di Hotel JW Marriot Surabaya. 

CDD merupakan program yang diinisiasi PT Angkasa Pura l (Persero) sejak 2015 berupa forum kolaborasi berbagai pemangku kepentingan industri pariwisata nasional dan daerah agar bersama-sama mengembangkan sektor pariwisata dan melaksanakan pelayanan pariwisata di Indonesia Timur, khususnya di wilayah kerja PT Angkasa Pura l (Persero).

Dengan berfokus pada pembahasan percepatan dan pengembangan infrastruktur di Jawa Timur, diharapkan CDD tahun ini dapat menjadi salah satu pemicu agar ke depannya Angkasa Pura 1 dan para pemangku kepentingan industri pariwisata di Jawa Timur dapat bersinergi untuk membangun pariwisata Jawa Timur,” kata Direktur Utama PT Angkasa Pura l (Persero) Faik Fahmi.

Sebelumnya, pada penyelenggaraan CDD Surabaya tahun 2017, telah disepakati beberapa hal oleh para pemangku kepentingan industri pariwisata Jawa Timur. Beberapa di antaranya yaitu pengembangan destinasi wisata di Jawa Timur melalui perluasan pengembangan obyek wisata alam dan buatan oleh Bappeda Jawa Timur;

badan usaha angkutan udara/ maskapai yang akan meningkatkan sinergi dengan asosiasi agen perjalanan dengan menawarkan promo dan paket menarik untuk menjaring lebih banyak wisatawan domestik dan mancanegara;

pembangunan wisata strategis di Bromo, Tengger, Semeru, wilayah Sumenep, dan penyuluhan sadar wisata di beberapa Kabupaten oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi lawa Timur. Sementara itu, Angkasa Pura I berkontribusi terhadap pemberian stimulus berupa insentif bagi maskapai yang ingin menambah rute dari dan ke bandara-bandara Angkasa Pura l.

Terkait aksi peledakan bom di beberapa rumah ibadah di Surabaya Minggu (13/5) pagi lalu, PT Angkasa Pura l (Persero) melakukan peningkatan keamanan untuk mencegah terjadinya peristiwa serupa di ruang publik bandara.

“Berbagai langkah peningkatan keselamatan dan keamanan kami lakukan untuk mencegah terjadinya aksi pemboman atau aksi teror lainnya di fasilitas publik bandara sebagai obyek vital negara,” kata Faik Fahmi.

Beberapa langkah peningkatan keamanan yang telah dilakukan Angkasa Pura l sejak kemarin (Minggu, 13/5) yaitu meningkatkan intensitas walking patrol di beberapa titik, melakukan profiling melalui CCTV, bersama sama Satgaspam melakukan random check bagi kendaraan yang menuju dan akan masuk ke area bandara, melakukan patroli bersama Satgaspam dengan menurunkan unit canine (K9) di area terminal, dan berkoordinasi dengan badan keamanan eksternal untuk memitigasi potensi ancaman berdampak ke bandara.

“Atas terjadinya aksi teror di Surabaya ini, kami jajaran manajemen dan seluruh karyawan Angkasa Pura l menyampaikan duka yang mendalam kepada keluarga korban. Semoga diberi kekuatan dan ketabahan. Dan kami mengecam segala bentuk aksi teror atas nama apapun,” kata Faik Fahmi.(TH)

Bagikan berita ini
6 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *