Peraturan Menteri Perhubungan di Bidang Transportasi Laut Sedang Menjadi Perhatian Serius Pemerintah

Surabaya – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut selaku regulator dan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) di bidang transportasi laut, Kementerian Perhubungan (Kemhub),  menggelar Sosialisasi Peraturan Menteri Perhubungan di Bidang Transportasi Laut bertempat di Hotel Santika Gubeng Surabaya,  Jumat (13/4/2018).Pagi

Kegiatan Sosialisasi tersebut dimaksudkan untuk memperoleh kesamaan persepsi dan pemahaman mengenai Hubla secara baik dan benar, baik  bagi segenap jajaran.

Hadir sebagai  nara sumber  salah satunya Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Hukum dan Reformasi Birokrasi, Dr. Umar Aris, SH, MH  mengangkat tema “Melalui Sosialisasi Peraturan Menteri Perhubungan Kita Tingkatkan Peran Serta Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Dalam Menciptakan Sistem Pelayanan Yang Inovatif di Bidang Transportasi Laut”.

“Beberapa materi yang disampaikan pada sosialisasi Peraturan Menteri Perhubungan kali ini merupakan materi yang saat ini sedang menjadi perhatianserius pemerintah guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat pengguna jasa transportasi laut. Beberapa materi dimaksud antara lain terkait permasalahan pertama yang terkait dengan terminal khusus, dan terminal untuk kepentingan diri sendiri, itu bagian dari kepelabuhanan, Pencegahan Pencemaran Lingkungan Maritim, serta Pejabat Pemeriksa Kelaiklautan dan Keamanan Kapal Asing”  kata Dr Umar.

Lebih jauh Dr Umar  menjelaskan bahwa isu terkait lingkungan maritim merupakan salah bagian dari amanah Undang-Undang Nomor. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran yang harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

“DR umar menambahkan, Harapannya tentu semakin memberikan  kemudahan  kepada masyarakat  dari segi proses proses tersebut. Yang kedua semakin compliance terhadap persaratan persaratan misalnya tadi ada aturan yang disosialisasikan itu kompetensi dari seorang pemeriksa kapal, ini kalau dari pemeriksa pemeriksa tidak kompeten kan tidak bagus. Kita nanti meng evaluasi berapa jumlah pemeriksa, apa acuhan acuhan sewaktu pemeriksaan, apa kendalanya, misalkan dia memeriksa kapal asing, bahasa inggrisnya  tentu kita tes juga, kemudian standar standar SOP di pemeriksaan apakah sudah  kompeten  tuturnya.(TH)

Bagikan berita ini
18 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *