Penyaluran BPNT Rawan Salah Sasaran Akibat Ketidak Keakuratan Data Penerima

Sidoarjo – Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang digulirkan pemerintah sejak Januari 2018 lalu berpotensi tidak maksimal penyalurannya alias tidak tepat sasaran.

Kondisi demikian dapat terlihat dari masih adanya keluhan dan protes masyarakat di beberapa desa di Kabupaten Sidoarjo. Seperti yang terjadi pada satu desa di daerah Sidoarjo barat.

Hal tersebut muncul ketika penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dilakukan. Perangkat berikut Kades diprotes oleh warga yang merasa berhak menerima. Namun dengan bijak, Kades segera menyelesaikan problem tersebut.

Menurut Kades yang enggan disebutkan namanya ini, persoalan utama sebenarnya pada data penerima BPNT.

“Memang, data warga penerima BPNT tidak selamanya tetap. Bisa berubah ubah tiap tahun tergantung kondisi ekonomi masing masing. Contoh, ada yang tahun lalu berekonomi minus hingga layak kami ajukan sebagai penerima BPNT. Namun di tahun ini karena kondisi ekonominya membaik, tidak lagi kami ikutkan. Makanya kami selaku Pemdes selalu meng update data terkini bagi warga yang berhak betul untuk kami ikutkan dalam BPNT,” paparnya.

Namun mengapa masih terjadi protes dan keluhan dari warga yang berhak? “Itulah, kami tidak mengetahui secara pasti. Yang jelas semua data terkini warga penerima BPNT telah kami kirim ke instansi terkait,” ujar Kades.

Mungkinkah kekeliruan terjadi pada tingkat dinas terkait? Apabila hal itu benar, seharusnya dinas terkait harus segera membenahi dan lebih cermat lagi dalam hal pengolahan data penerima agar program BPNT tak lagi salah sasaran dan sampai kepada warga yang berhak menerimanya. (git/hans)

Bagikan berita ini
21 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *