​Penggiat Pariwisata Terus Mendorong Pertumbuhan Bisnis Wisata di Jawa Timur

Surabaya – Penggiat pariwisata terus mendorong pertumbuhan bisnis Wisata di Jawa Timur.
Seperti dilakukan Asosiasi Travel Agent Indonesia (Asita) Jatim dengan menggelar Majapahit Travel fair 2018 di Surabaya,Kamis (11/4).Malam.

Ketua umum Asita Asnawi Bahar 4mengatakan, target utama hajatan tahunan ini untuk memperkenalkan sekaligus menjual potensi wiasata yang ada Jawa Timur.

Ia menilai, provinsi ini memiliki jumlah atraksi wisata yang sangat banyak bahkan melebihi jawa timur.

“Buyernya adalah para travel agent yang kami undang dari berbagai provinsi serta asia tenggara seperti Thailand, Singapura dan Malaysia. Sedangkan sallernya adalah berbagai industri seperti atraksi wisata, bus, rumah makan, restoran, maskapai penerbangan, hotel serta pelaku wisata lain,” ujarnya.

ASITA menaruh harapan besar pada Jatim agar mampu  mendorong melalui network yang sustainabel untuk mengembangkan potensi pariwisata, sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan. “Pengemasan program yang menarik dan mampu memberikan kesan bagi biro perjalanan wisata (BPW) dari mana- mana. Dan akhirnya, memasarkan produk produk kita,” ucap Asnawai Bahar.

“Sekarang ini destinsi di Jatim sudah menduduki peringkat keempat, setelah Jakarta, Bali, Batam. Untuk destinasi di Malang saja mampu mendatangkan wisatawan sebanyak 5 juta per tahun,” ucapnya.

Kini, pariwisata menjadi penghasil devisa terbesar nomor 2 di Indonesia.  Untuk mendongkrak potensi pariwisata, ASITA yang memiliki sebanyak 7000 anggota akan bekerja lebih keras lagi.

Ditambahkan Ketua ASITA Jatim, Arifudinsyah , pihaknya semangat mengembangkan potensi pariwisata di Jatim. Juga berusaha membantu pemerintah untuk mengejar target kunjungan wisatawatan mancanegara sebanyak 20 juta pada 2019 mendatang.  Ini mengingat, ada 700 destinasi di Jatim ini.

ASITA sebagai mitra kerja pemerintah akan meningkatkan pariwisata di Jatim ini. Mengingat cara mudah dan murah mensejahterakan masyarakat melalui pariwisata. “Bisnis pariwisata terbuka lebar dan destinasi tidak pernah habis,” ungkap Arifudinsyah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Jatim, DR Djarianto mengatakan,  pariwisata menjadi andalan masa depan.  Pertemuan bisnis pariwisata akan bertemu pembeli dari Asia Tenggara, Asia Tenggara dan Asia Timur,  serta Eropa.

Ada 784 daya tarik wisata di Jatim. Sebut saja, Alat Purwo, Kawah Ijen, Pulau Giliyang di Sumenep, Reog Ponorogo, Jember Karnival, dan lainnya.(TH)

Bagikan berita ini
15 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *