Pekerjaan Saluran Manukan Krajan ‘Makan’ Korban Pasangan Lansia

Surabaya – Proyek pekerjaan infrastruktur khususnya, saluran dengan Precast U-Gutter, di jalan Manukan Krajan Gang Raya RT 07,Surabaya, dalam seminggu ini, telah memakan korban sepasang lansia jatuh tersungkur adalah bentuk nyata pelaksana kontraktor telah mengabaikan pemasangan rambu – rambu pengaman.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, tepatnya, hari Sabtu (5/5/2018) sekitar pukul 08.00 wib, sepasang lansia berboncengan kendaraan, melintas di depan pasar sore di jalan Manukan Krajan, tiba-tiba keduanya tersungkur jatuh karena jalan sekitar proyek dalam kondisi licin. Pasutri lansia tersebut, jatuh akibat Kontraktor pelaksana tidak memasang rambu -rambu pengaman.

Korban mengalami luka yang cukup serius masyarakat sekitar yang menyaksikan, secara spontanitas membawa kedua lansia ke Puskesmas Manukan Lor. Hasil pemeriksaan, beberapa luka diderita oleh pasangan lansia, berupa luka memar pada kaki dan tangan juga pada pelipis sebelah kiri.

Menurut salah satu anak korban, Usman Djaja dan Resa Wijayanto, kepada lensanasional.co.id, mengatakan,

“Kontraktor pelaksana proyek saluran itu tidak mengerti bagaimana pekerjaan yang dia kerjakan harus tetap aman terhadap masyarakat disekitarnya, seharusnya proyek saluran Box Culvert diberi rambu-rambu garis pembatas pekerjaannya, agar saat ada yang melintas akan tahu kalau ada galian tanah saluran atau sedang ada pemasangan saluran dengan bahan beton bertulang.”jelasnya.

Ia menambahkan, Kontraktor pelaksana, memiliki basic Civil Engineering, ber-titel Insinyur Sipil, baru kali ini saya melihat ada pekerjaan proyek Pemkot, Surabaya, langkah kerja saluran kok rusuh ( jorok), di penuhi genangan air dalam saluran, jalanan licin semua karena tumpukan tanah lumpur yang ada disisi pekerjaan saluran sampai saat ini tidak diangkut keluar proyek, sepertinya Kontraktor Pelaksana tidak sama sekali faham terhadap ilmu pekerjaan saluran beton bertulang sama sekali, ujarnya.

Dalam waktu dekat, kami akan menuntut Kontraktor Pelaksananya, jika tidak menengok orang tua saya dalam kondisi sekarang.

“Akan saya tuntut Kontraktornya mas, karena memar pada orangtua saya belum dapat diketahui, apakah itu hanya memar pada tulang kaki dan tangan biasa”, paparnya.

Bentuk tuntutan berupa, melapor kepada pihak Dinas PU.Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Pemkot Surabaya, dan pihak yang berwajib, dengan disertai dokumen foto luka dan kronologi kejadian yang terjadi pada Sabtu (5/5).

Perlu diketahui, Proyek Saluran Tipe 11 jalan Manukan Krajan Gang Raya RT 07, sesuai LPSE, di menagkan oleh CV.KARYA INDONESIA, dengan nilai kontrak proyek Rp. 793.467.217,00.

Hingga berita ini diunggah, belum ada satupun yang bisa dikonfirmasi para pihak yang terkait.   (Slamet).

Bagikan berita ini
7 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *