Pameran Lukisan Perjuangan Jawa Timur Secara Resmi Dibuka Oleh Bambang DH Mantan Wali Kota Surabaya

Surabaya – Pameran lukisan perjuangan Jawa Timur  Sekitar 93 lukisan meramaikan Pameran lukisan Perjaungan Jawa Timur tahun ini,di Hotel Bumi Hayat Surabaya, Minggu (25/03).Siang

“Kami akan pamerkan sekitar 80 lukisan dari 38 pelukis ternama, dan kami juga menampilkan pelukis tanpa tangan asal malang yang mempunyai prestasi internasional,” katanya.

kader senior PDIP Shaleh Ismail Mukadar yang akrab dipanggil Bung Shaleh mengatakan, acara ini bakal menjadi pameran lukisan paling spektakuler di tahun 2018 karena disamping menggelar hasil karya 30 pelukis ternama, panitia juga bakal memamerkan sekaligus melelang dua lukisan karya sang maestro Affandi Koesoema.

Dua lukisan karya Affandi itu, lanjut Shaleh, yang satu dibuat tahun 1974 dan lainnya pada tahun 1976, yakni lukisan dengan judul “Petarung Sejati” yang nilainya mencapai Rp10 miliar, dan lukisan berjudul “Papua” yang nilainya sekitar Rp25 Miliar.

“Kami sangat optimis bisa meraup penjualan yang sangat tinggi, karena kualitas lukisan yang kami pamerkan kelas internasional,”katanya.

Terpisah, Kartika Affandi (putri maestro Affandi) mengaku sangat terkesan dengan persiapan panitia penyelenggara pameran, terutama dengan Saleh ismail Mukadar dan Singky Soewadji yang menurutnya sudah seperti anak sendiri.

Kartika menceritakan, jika ajakan pameran lukisan di Kota Surabaya spontan diamini, karena dirinya memiliki kenangan yang kuat di kota dengan sebutan Pahlawan ini, ketika dirinya masih berumur sekira 6 tahun.

Karya-karya tersebut menunjukkan representasi gambaran tentang ‘orang Indonesia’ dengan momen-momen perubahan dalam cara memandang diri yang dipengaruhi oleh keadaan sosial-budaya di masing-masing masa.

“Pameran ini mendapatkan sambutan yang luar biasa. Para pengunjung sangat antusias terutama karena lukisan-lukisan modern Indonesia di era 40-an dan 50-an.

“Besarnya sebuah bangsa tergantung kekuatan budayanya, maka hal-hal yang seperti ini menyangkut karakter sebuah bangsa. Kami ini kaum nasionalis yang pecinta seni. Bung karno juga menyukai seni terutama seni lukis, maka harus bisa menghargai sekaligus menghidupkan para seniman lukis, karena hasil karyanya tak ternilai harganya,” katanya.(TH)

Bagikan berita ini
24 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *