Surabaya -Wakil Bupati Gresik, Dra. Hj. Aminatun Habibah, M.Pd., membuka acara Launching Pelayanan KB-MKJP (Metode Kontrasepsi Jangka Panjang) tahun 2021, di Kampung KB Budi Luhur Desa Kramat, Kecamatan Bunga, Kabupaten Gresik. Rabu (17/3/2021).

Hadir dalam acara yang menerapkan protokol kesehatan ini, Kepala Dinas KB, PP, dan PA Kabupaten Gresik, dr. Adi Yumanto, Kepala Perwakilan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur, Drs. Sukaryo Teguh Santoso, M.Pd, yang diwakili Pejabat Fungsional Koordinator Bidang KB-KR, Waluyo Ajeng Lukitowati, S.St., M.M.

Hadir juga tokoh agama dan masyarakat, para Kepala OPD antara lain Dinas Kesehatan, Dispendukcapil, PMD, Diskoperindag, Camat Bunga, Kades Kramat, Kades Tanjung Widoro, Kades Watu Agung, dan para Penyuluh KB, Kader Program Bangga Kencana serta Pokja Kampung KB.

Dalam kegiatan yang diikuti peserta MKJP IUD, Implan berjumlah 75 akseptor di Puskesmas Mengare, Kecamatan Bungah, yang dilayani 10 Bidan, Kepala Dinas KB, PP, dan PA Kabupaten Gresik, dr. Adi Yumanto, menyampaikan tujuan kegiatan sebagai penanda dimulainya pelayanan KB-MKJP gratis di tahun 2021 di wilayah Kabupaten Gresik.

“Kegiatan ini sebagai upaya untuk pengendalian laju pertumbuhan penduduk, dan meningkatkan kualitas pelayanan KB untuk masyarakat guna mengendalikan kelahiran, meningkatkan akses dan kualitas pelayanan KB serta jaminan ketersediaan kontrasepsi,” ujarnya.

Dalam sambutan pembukaan acara, Wakil Bupati Gresik, ibu Aminatun Habibah menerangkan bahwa upaya untuk pengendalian . . . . . . laju pertumbuhan penduduk dan angka kelahiran terus ditingkatkan melalui pelaksanaan program KB, baik yang dilaksanakan oleh Provinsi, Kabupaten hingga di tingkat Kecamatan dan Desa.

KB merupakan program skala nasional yang memiliki banyak manfaat dan tujuan yang bermuara pada terbentuknya keluarga yang berkualitas dan masyarakat yang sehat.

Kesempatan ini, ibu Aminatun Habibah menerangkan tujuan dilaksanakannya program KB diantaranya adalah membentuk keluarga kecil sejahtera, sesuai dengan kondisi ekonomi keluarga tersebut, mencegah terjadinya pernikahan di usia dini, menekan angka kematian ibu dan bayi akibat hamil di usia yang terlalu muda atau terlalu tua, atau akibat penyakit sistem reproduksi, dan menekan jumlah penduduk serta menyeimbangkan jumlah kebutuhan dengan jumlah penduduk.

“Untuk itu menjadi kewajiban kita bersama untuk mensukseskan program tersebut,” ujar ibu Aminatun.

Dalam pelaksanaan pelayanan KB hingga Februari tahun 2021 di Kabupaten Gresik ada beberapa capaian yaitu Jumlah Pasangan Usia Subur 233.359, angka kelahiran (TFR) 1.91, angka kesertaan ber-KB (m-CPR) 76,53 %, Unmeetneed (belum terlayani KB) 11, 48 %, Capaian MKJP 21, 85 %, dan total peserta KB aktif 178.741.

“Dalam penerapannya, program keluarga berencana mendorong masyarakat untuk menggunakan alat kontrasepsi guna mencegah atau menunda kehamilan hingga saat yang tepat.

Kebijakan pelaksanaan program keluarga berencana ini adalah meningkatkan kualitas pelayanan KB untuk masyarakat untuk mengendalikan kelahiran, meningkatkan akses dan kualitas pelayanan KB serta jaminan ketersediaan kontrasepsi.

Untuk itulah saat ini kita selenggarakan pelayanan kontrasepsi keluarga berencana gratis. Dipilihnya metode kontrasepsi jangka panjang pada pelayanan ini karena metode kontrasepsi jangka panjang merupakan metode kontrasepsi dengan tingkat keefektifan yang tinggi dan tingkat kegagalan yang rendah serta komplikasi dan efek samping yang lebih sedikit dibandingkan metode kontrasepsi yang lain,” terang ibu Aminatun. (TH)