LDII Jawa Timur Gelar Sosalisasi Undang – Undang Pesantren

Bagikan Berita Ini:

Surabaya – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Jawa Timur melaksanakan sosialisasi Undang-undang No. 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, Rabu (24/6/2020). Sosialisasi yang dilaksanakan secara online bertempat di Kantor DPW LDII Jawa Timur.

Drs Ec H Amien Adhie, Ketua DPW LDII Jawa Timur berharap para pimpinan pesantren bisa memahami isi undang-undang pesantren. “Karena ke depan, perintah undang-undang mensyaratkan sertifikasi bagi para ustaz-ustaznya,” ungkapnya.

Dr H Ahmad Zayadi, Kakanwil Kemenag Jawa Timur menyatakan Belajar di pesantren itu tidak semata mata belajar tentang agama, tapi belajar bagaimana ber-akhlak dan beragama. Posisi Kiai tidak hanya Kiai saja tapi sebagi mursyid (pendidik) itu adalah ciri pesantren yang tidak bisa digantikan secara virtual.

Jadi belajar di pesantren itu secara talaqqi, nyambung sampai rosul,” papar Dr H Ahmad Zayadi, Kakanwil Kemenag Jawa Timur yang sebelumnya menjadi Direktur Pendidikan Pesantren Kemenag hampir tiga tahun.

Lanjutnya, undang-undang yang lama, yang mengatur pesantren itu tidak cukup. Undang-undang tersebut hanya menempatkan pesantren sebagai entitas layanan pendidikan saja. Undang-undang yang baru pemerintah bisa secara leluasa merekognisi terhadap pondok pesantren, lembaga yang basisnya masyarakat.

Didirikan oleh masyarakat, tumbuh berkembang di masyarakat yang keberadaannya lebih awal dari bangsa ini.

Undang-undang pesantren itu sangat penting. Karena pemerintah ingin mengembalikan bukan sebagai layanan pendidikan saja, tapi ada fungsi dakwah, fungsi pemberdayaan sosial masyarakat,” tegasnya.(TH)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *