Seluruh Mall Di Surabaya Siap Terapkan New Normal

Bagikan Berita Ini:

Surabaya – Meningkatnya jumlah kasus  pasien virus Corona (Covid-19) di Surabaya, mendorong berbagai pihak untuk terus meningkatkan kewaspadaan.

Pusat perbelanjaan di Kota Surabaya pun memperketat upaya mencegah penyebaran virus tersebut Tetap beroperasi di tengah wabah Corona, pusat perbelanjaan seakan tak mau kalah dengan kondisi perekonomian yang menjadi dampak pandemi ini. 

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APBBI), Sutandi Purnomosidi mengatakan semua mall dibawah naungannya ‘SIAP’ untuk menerapkan ‘New Normal’ (Pola Hidup Baru) diseluruh area mall. Hal itu dikatakan Sutandi Purnomosidi ketua APPBI Jatim kepada media. Kamis (4/6/20).

Sejak sebelum ada penerapan PSBB Tunjungan Plaza dan Pakuwon Mall sudah menerapkan protokol Covid-19 yang sangat ketat.

“Sebelum pengunjung masuk mall, mereka harus cuci tangan di wash washing yang sudah disiapkan di setiap pintu masuk.

Kemudian pengunjung diwajibkan masuk melalui bilik sanitasi dan dipindai dengan thermol Scanner untuk mengetahui suhu tubuhnya. ” Disini sudah di set apabila suhu tubuhnya diatas 37,5 derajat, alarm akan berbunyi.

Dan pengunjung akan diarahkan melalui SOP berikutnya dibawa ke rumah sakit terdekat dan sebagainya. Kita bisa atur itu,” jelas Sutandi.

Kemudian, didalam mall pun sudah berlaku wajib masker. ” Tidak ada pengunjung yang boleh masuk mall tanpa menggunakan masker.” Disetiap toko juga sudah ada protokol yakni pembatasan pengunjung sesuai aturan Phisycal Distancing.

” Jumlah pengunjung disetiap toko sudah kita tentukan dengan phisycal distancing 2 meter antar orang,” ujarnya.

Dicontohkan, apabila ada sebuah toko dengan luas 100m2 maka jumlah pengunjung yang bisa masuk tak boleh lebih dari 25 orang.

” Disitu kita siapkan Cheker di setiap pintunya, sehingga pada saat sudah 25 yang akan masuk berikutnya harus nunggu dan antri di depan.

Setelah ada 5 orang yang keluar maka diperbolehkan masuk lagi 5 orang, dan seterusnya,” kata Sutandi. Lebih lanjut, Jumat kemarin (29/5) Sutandi menjelaskan sudah diuji coba one way traffic untuk memberikan trust (kepercayaan) bagi masyarakat bahwa mall ini aman.

” Kita harus bisa duduk berdampingan dengan Corona sampai ditemukannya vaksin, tapi let’s must go on, kita harus berupaya agar roda perekonomian terus berjalan sehingga yang kita atur didalam mall orang tidak akan bisa berpapasan,” katanya.

Masih Sutandi,” Apabila kita berjalan di koridor dan melewatkan satu toko, ndak bisa kita langsung balik arah badan terus kembali ke toko itu, tapi kita harus putar dulu baru balik ke toko yang terlewatkan.” Dari situ, semua security sudah disiapkan di clothingan-clothingan terutama di area-area persimpangan.

” Awalnya memang membingungkan, tapi kita akan mencoba membiasakan hal ini,” ujarnya. Setelah 2 minggu akan kita evaluasi.

” Kalau ini bisa berjalan dengan baik, maka kita akan terapkan di semua mall pakuwon yang ada di Surabaya,” pungkasnya.(TH)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *