Meski Pendapatan Menurun, Pedagang Kecil Dukung Larangan Berkumpul

Bagikan Berita Ini:

Sidoarjo – Dampak makin merebaknya Covid 19 corona kian hari makin memprihatinkan Laju penyebarannya dan jumlah korban oleh virus asal Wuhan, Cina tersebut tak pelak menghantam berbagai sektor terutama bidang perdagangan skala kecil dan jasa.

Di Kabupaten Sidoarjo, sejak diberlakukannya larangan berkumpul di ruang ruang umum, banyak pedagang kecil khususnya pemilik warkop dan penjual makanan terpukul.

Pathan misalnya, pemilik warkop di Perumtas 3 Wonoayu mengaku merugi akibat larangan tersebut. Namun dirinya legawa dan memahami bahwa larangan berkumpul itu demi kesehatan bersama.

“Dibilang rugi sih pasti, kami rasakan ada penurunan omzet sejak Covid 19 melanda Sidoarjo terutama dengan dibuatnya aturan larangan berkympul itu. Namun bagaimana lagi, hal itu sudah ditetapkan pemerintah. Sebagai pedagang kecil saya hanya berharap agar Covid 19 corona ini segera berlalu dan penikmat kopi di warkop saya kembali seperti dulu,”kata Pathan

Hal sama juga diungkapkan Ning Siti. Penjual nasi goreng asal Grabagan Tulangan itu pun mengaku berkurangnya pembeli “Debagai warga yang baik kami tetap mendukung keputysan pemerintah tersebut meski berst bagi kami sebab ada penurunan pembeli. Toh kami pikir itu demi kebaikan kita juga. Harapan kami semoga kondisi kembali pulih seperti dulu,” ucap Ning Siti.

Sebagaimana diketahui, Pemkab Sidoarjo bersama aparat keamanan telah mengeluarkan peraturan larangan berkumpul dan menunda segala bentuk kegiatan yang dihadiri orang lebih dari 10. Hal itu terkait dengan upaya pencegahan dan pemutusan rantai penyebaran Covid 19- corona virus. (git).

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *