Ketua UMUM YKPN Aspirasi Langkah Pemerintah Tidak Berlakukan lockdown

Bagikan Berita Ini:

Surabaya – Ketua Umum Yayasan Kedaulatan Pangan Nusantara (YKPN) Jatim, Dr Ir Jamhadi, MBA turut menyampaikan duka yang mendalam atas kepergian Ibunda Presiden RI Joko Widodo, Sujiatmi Notomihardjo yang wafat pada Rabu (25/3) pukul 16.45 WIB.

“Beliau adalah salah satu Dewan Pembina YKPN yang sangat konsen, agar Indonesia tidak mengimpor pangan, melainkan mengekspor,” ucap Jamhadi dikantornya (PT Tata Bumi Raya -red), Jl. Pandegiling No. 223, Kel. Dr Soetomo, Kec. Tegalsari, Kota Surabaya. Kamis, (26/3/2020) siang hari.

Sementara itu, sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Surabaya, Jamhadi juga sangat prihatin terhadap dampak virus Corona yang meluas hingga mencapai 190 negara, termasuk Indonesia. Menurut Jamhadi, apa yang sudah dilakukan Pemerintah, baik Presiden Jokowi, Gubernur Jatim, Khofifah dan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini sejauh ini sudah cukup bijaksana dalam menangkal dan menanggulangi wabah virus Corona.

Dengan Pemerintah tidak memberlakukan lockdown, tetapi melakukan antisipasi penyebaran melalui info ke media cetak, online, tv, termasuk media sosial itu upaya yang sudah tepat.

“Namun ada satu sisi yang saya amati, secara bisnis di lapangan, orang memerlukan pangan. Karena otomatis yang diutamakan konsumsi, entah itu konsumsi kesehatan atau keperluan sehari-hari.

Saya lihat apa yang perlu dikerjakan sekarang adalah bagaimana memikirkan pasar dan mall yang sepi pengunjung, tapi stok melimpah,” tutur Founder Jamhadi Center tersebut.

Sehingga, lanjut Jamhadi, yang dikuatirkan banyaknya stok barang yang kadaluarsa. Karena orang tidak berani keluar rumah pergi ke pasar atau pusat keramaian.

Pertanyaannya, bagaimana memfasilitasi itu ?. Para pengusaha, asosisi bersama Pemerintah atau Dinas Sosial, Dinas Ketahanan Pangan dan Perdagangan harus hadir dan duduk bersama untuk mengkoordinasikan.

“Misalnya ke pemilik mall, dan pasar agar barang-barang itu tetap dikonsumsi masyarakat, atau diambil lalu didistribusikan. Jadi kalo ada Operasi Pasar (OP), sekarang Operasi Corona (OC).

Saya rasa itu yang harus dipikirkan Pemerintah. Harus ada pihak yang menjembatani supply yang tidak dikunjungi orang,” tegasnya. Jamhadi juga mengingatkan, untuk mencegah panic buying yang sekarang banyak dilakukan masyarakat.

Seperti permintaan Alat Pelindung Diri (APD), obat, masker, bahan cairan antiseptik yang permintaannya meningkat tajam.

“Kita himbau supaya mereka tetap melakukan sosial bisnis, sehingga harga tetap normal. Padahal ini disaat situasi sulit, harusnya kan lebih murah.

Apalagi kita punya Kemendag yang mengatur harga agar tidak melebihi 30%. Lalu teman-teman UMKM ini kan kebutuhan pangan, konsumsi makanan dan minuman kan pasti ada.

Nah ini kita terus produksikan dari rumah, nanti supaya bisa diatur sama pejabat-pejabat terkait,” tukas Jamhadi.(TH)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *