Seratus Hari Kepemimpinan Jokowi-Ma’ruf, Tingkat Kepuasan Publik Menurun

Bagikan Berita Ini:

Jakarta – Periode kedua pemerintahan Joko Widodo telah berjalan 100 hari lebih. Namun tingkat kepuasan publik terhadap Jokowi menurun jika dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya. Demikian menurut hasil survei Alvara Research Center, Jumat (14/2/20).

Tingkat kepuasan publik pada Januari 2020 sebesar 69,4% lebih rendah jika dibandingkan dengan kepuasan publik periode pertama pemerintahan Jokowi pada Januari 2015 silam yang mencapai 77,2%.

Hasanuddin Ali, Founder and CEO Alvara Research Center mengungkap, untuk kali pertama sejak 2018 tingkat kepuasan publik kepada pemerintahan Jokowi ada dibawah 70%.

Menurut Hasanuddin, faktor masalah kesehatan, telekomunikasi dan internet serta kebebasan berpendapat adalah sektor yang mengalami penurunan terbesar. Ditambah naiknya iuran BPJS dan pembatasan akses internet pada beberapa waktu lalu turut pula berpengaruh.

Ada tujuh aspek hasil survei Alvara Research Center yang memiliki tingkat kepuasan publik terrendah pada Januari 2020 lalu.

Ketujuh aspek tersebut yakni, peningkatan ekonomi keluarga (64,7%), penegakan hukum (63,6%), kesejahteraaan tenaga kerja (62,2%), pemberantasan korupsi (61,5%). Kemudian, kemudahan lapangan kerja (60,8%), kestabilan harga pokok (56,2%) dan pengentasan kemiskinan (51,9%).

“Termasuk beberapa ketidak setujuan terhadap revisi UU KPK juga menjadi salah satu penyebab merosotnya kepuasan publik terhadap pemberantasan korupsi,” kata Hasanuddin Ali.

Namun meski begitu, ada 10 menteri dalam kabinet Jokowi yang menonjol dalam kinerja dan dianggap memuaskan publik.

Kesepuluh menteri itu adalah Menteri BUMN (4,02%), Mendikbud (3,95%), Mendagri (3,88%), Menteri PUPR (3,88%), Menteri Pertahanan (3,86%), Menristek (3,85%), Menteri Pariwisata (3,85%) dan Menteri UMKM (3,84%). (ira)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *