Keleman dengan Gelar Wayang Kulit, Upaya Kades Jedongcangkring Lestarikan Tradisi Leluhur

Bagikan Berita Ini:

Sidoarjo – Sudikman Pribadi, Kades Jedongcangkring Kecamatan Prambon, Sidoarjo terlihat sibuk menyambut kedatangan para undangan yang hadir pada pagelaran wayang kulit, Sabtu malam (8/2/2020) di pendopo kantor pemerintah desa.

Malam itu, Sudikman bersama jajaran perangkat desa Jedongcangkring menggelar pertunjukan wayang kulit dengan dalang Ki Teguh dari Jombang berlakonkan Dasamuka Mbandar Dadu.

Pagelaran seni budaya tersebut dilaksanakan sebagai puncak dari tradisi keleman yang masih dipegang kuat oleh masyarakat Desa Jedongcangkring sebagai tanda akan dimulainya masa tanam padi.

Keleman sendiri merupakan salah satu tradisi warisan leluhur yang berakar dari nilai nilai kearifan lokal yang dilaksanakan pada saat sawah akan dialiri air dari irigasi dan biasanya ditutup dengan pertunjukan seni budaya seperti wayang kulit.

“Keleman ini adalah tradisi selamatan untuk sawah para petani yang akan mulai masuk masa tanam agar diberikan keberkahan dan kesuburan bagi tanaman sehingga menghasilkan panen sesuai dengan harapan. Dan saya selaku Kades berkewajiban untuk melestarikan tradisi warisan leluhur ini sesuai keinginan para petani disini,” kata Sudikman.

Harapan saya, lanjutnya, “Semoga tahun ini sawah para petani di Jedoncangkring ini diberikan kesuburan. Jauh dari hama dan hasil panen melimpah,” pungkasnya.

Pada malam pagelaran wayang kulit tersebut hadir pula Camat Prambon, Ronny Yulianowarso bersama jajaran Forkopimka Kecamatan Prambon. (61t)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *