Pemkot Surabaya Saling Lempar Atas Pelanggaran Oknum Satpol PP

Bagikan Berita Ini:

Surabaya – Parah Kasat POL-PP Tak Menggubris Undang-Undang Yang Berlaku.

Menindaklanjuti pemberitaan yang viral terkait Satpol PP Pemkot Surabaya merubah Plat Merah kendaraan mobil dinas menjadi plat hitam (pribadi), hari ini( Senin 30/12/2019) puluhan awak media mengklarifikasi ke Inspektorat guna mendapat penjelasan atas perihal pelanggaran yang terjadi. namun sangat di sayangkan, Inspektorat seakan tak bernyali.

Ntah kenapa didalam pemikiran Kasat POL-PP nekat menganti plat mobil warna merah dengan di ganti plat warna hitam.

“Saya sudah mendengar atas pemberitaan dan kejadian ini, saya akan menyampaikan kepada pihak yang berwenang yaitu ke ibu Walikota”, jelas jefri saat di temui dirungan(30/12).

Kurang lebih ratusan wartawan yang juga di hadiri dari LSM KPK (Komunitas Pengawas Korupsi) DPD Jawa Timur Habib Gila, mendatangi kantor Inspektorat jalan Sedap malam Surabaya. 

Ana menerima laporan ratusan media masa adanya pergantian plat warna merah yang di ganti warna hitam, apa bila memang hal itu betul terjadi maka inspektorat aka menindak lanjuti secara tegas”, jelas Ana.

Bukan hanya mendatangi kantor Inspektorat, para awak media juga mendatangi Humas Pemkot yang diWakili Jefri sebagai Kasubag informasi Pers, para awak media ketika di kantor Inspektorat, Mengecam juga mengharap pihak Inspektorat Menindak lanjuti kasus Pergantian warna plat mobil dinas ke warna hitam dengan nopol L.70 NP pribadi yang nekat dilakukan oleh Kepala Satpol PP Irvan Widianto.

Pihak Humas Pemkot yang diwakili oleh Kabag humas Pemkot Jefri, untuk menemui para kuli tinta masyrakat yang Mendesak agar kasus ini benar-benar diperhatikan,karena menyangkut nama baik Pemkot Surabaya dan nama baik Walikota. 

Ratusan Para awak Media juga menyayangkan Kepala Satpol PP ketika diwawancari di kantornya,terkesan Meremehkan dan Melecehkan awak media saat Mewancarai, bukan hanya tidak Memakai Baju Dinas saja tetapi tidak memakai Kaos dinas diwaktu jam kerja, sewaktu menemui para Media masa.

padahal saat diwawancarai tapi juga menggaruk-garuk perutnya, sangat melecehkan media masa, dan lebih paranya sambil kaosnya dibuka terkesan menantang dan melecehkan media masa, Kasar POL-PP terkesan tidak mempunyai Etika sama sekali sebagai Pejabat Publik yang mengepalai dua Instasi, Kepala Satpol Pp dan Kepala Damkar Surabaya.

Sewaktu di kantor Humas Pers Pemkot,  Jefri sebagai Kabag Humas Pers menjelaskan tugas Satpol PP adalah menegakkan Perda, tapi ternyata tugas tersebut tidak hanya di Abaikan tapi juga diduga ada Permainan oleh pihak Satpol PP dan para Pengusaha yang tidak mempunyai Ijin Usaha atau lainnya,  semisal contoh adalah Caffe-caffe yang Berdiri dan Menjamur dikota Surabaya. 

Dalam hal ini para awak Media sepakat mempertanyakan Kepala Satpol PP tentang Mobil Dinas yang diganti Plat Nomernya yang semula warna merah hingga dijadikan plat nomer Pribadi/hitam.

karena ketahuan para awak media akhirnya di ganti plat merah lagi, tentang Etika seorang Pejabat Publik yang Melecehkan para Wartawan sewaktu wawancara dan yang terakhir mempertanyakan Tugas Satpol PP yang katanya sebagai Penegak Perda tapi kenyataannya bagai Macan Ompong sebagai Penegak Perda.(TH)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *