AGII Gelar Public Expose Di Kota Surabaya

Bagikan Berita Ini:

Surabaya – 12 Desember 2019 PT Aneka Gas Industri, Tbk (Stock Code: AGIIJK), perusahaan gas industri pertama dan terbesar di Indonesia, pada hari ini menggelar Paparan Publik atau Public Expose untuk Tahun Buku 2019 di Ballroom B, Hotel Novotel Samator, Surabaya Timur guna memaparkan kinerja Perseroan hingga Sembilan Bulan Tahun 2019 (9M 2019) beserta Outlook bagi tahun 2020.

Dalam paparan publik tersebut, Rachmat Harsono, selaku Presiden Direktur PT Aneka Gas Industri Tbk, menyatakan bahwa, “Secara fundamental kondisi AGII saat ini tetap solid dan kami percaya dan yakin bahwa, melalui usaha yang konsisten, PT Aneka Gas Industri Tbk dapat mencapai kinerja yang lebih baik di tahun mendatang”.

AGII saat ini mengelola 44 plants serta 104 filling stations yang tersebar di 23 propinsi di Indonesia. AGII memperkirakan untuk periode setahun 2019 akan menghasilkan pertumbuhan pendapatan antara 10% hingga 14% pada akhir tahun 2019 dari total pendapatan tahun lalu.

Sampai dengan akhir Triwulan Ill 2019, Perseroan membukukan kenaikan penjualan diatas 10% menjadi sebesar Rp 1,6 triliun.

Kenaikan tersebut sebagian besar berasal dari kenaikan rata-rata harga jual produk. EBITDA AGII sampai dengan akhir 9M 2019 naik 4,7% di level Rp 508 milyar dibandingkan dengan Rp 485 milyar untuk periode yang sama di tahun 2018.

Pertumbuhan tersebut dipicu oleh pertumbuhan di sektor Other Manufacture dan Ritel, masing-masing sebesar 6.3% dan 3.5%. Sektor-sektor ini memberikan kontribusi sebesar 44% dari pendapatan total AGII pada 9M19 dibandingkan 35% pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

PT Aneka Gas Industri juga telah menyelesaikan 4 (empat) filling stations pada periode (9) bulan pertama di tahun 2019 sehingga jumlah filing station yang dikelola oleh Perusahaan berjumlah 104 filing station.

Terkait aspek profitabilitas, Perseroan membukukan untuk periode 9M 2019 antara lain : Marjin Laba Kotor sebesar 44,91%, Marjin Laba Usaha sebesar 18,63%, dan Marjin EBITDA sebesar 31,42% dari penghasilan bersih.

Sementara itu, AGII juga berhasil menjaga likuiditas Perseroan dalam jangka pendek dengan rasio Iancar di atas 1X dalam beberapa tahun terakhir. Rasio solvabilitas Perseroan berupa rasio hutang dibandingkan equitas perusahaan (DER) adalah sebesar 1,15x, mana angka tersebut masih jauh dibawah batas maksimum yang ditetapkan oleh Bank.

Hal ini menunjukkan AGII tetap berupaya untuk mempertahankan keseimbangan antara aset dan liabilitas usaha untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan.(TH)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *