Resmi Di Buka Rapat Kerja Nasional ke IV 2019

Bagikan Berita Ini:

Surabaya – Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN Peradi) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-IV di Hotel Shangri-La, Surabaya, mulai Rabu (27/11/2019). 

Rakernas merupakan kegiatan rutin yang digelar guna membahas program kerja Peradi. Ketua Umum DPN Otto Hasibuan mengatakan, pembuktian video dalam era digital saat ini, advokat tidak bisa memakai cara dulu lagi, pekerjaan Advokat seperti itu dijamin komputer.

Kontrak-kontrak yang sederhana mudah didapat dari internet. “Dalam video kasus Jessica, semua advokat harus punya kemampuan. Pengambilan video CCTV itu harus diikuti peraturan Protap Kapolri.

Dimana CCTV itu harus dilakukan oleh para Ahli, tidak boleh orang biasa. Advokat harus berpikir sesuai perkembangan zaman, kalau tidak, advokat tersebut bakal tertinggal. Dalam surat Mahkamah Agung (MA) RI, sudah mencentuskan bahwa, siapapun bisa disumpah Advokat oleh organisasi advokat manapun.

Setidaknya, kami berharap Ketua Mahkamah Agung mengambil tindakan yang bijaksana. Supaya para advokat tidak merana dan hancur. Akibatnya, rakyat tidak dapat melakukan hak pembelaan dari advokat yang baik,” imbuhnya.

Lanjut Otto, Peradi sebagai penegak hukum harus mengawal supremasi hukum. Skema role of law harus dikawal penuh oleh para advokat Peradi. Kontribusi Peradi untuk rakyat ke bawah yang mencari keadilan, Peradi memiliki pusat bantuan hukum sebanyak 106 Cabang di Indonesia yang tidak dituntut membayar jasanya.

“Dengan hal itu, kita kembangkan prinsip dan sayap Peradi, dimana ada Pengadilan, berarti disitu ada Peradi, supaya tidak ada ketimpangan hukum yang terjadi,” tegas Otto Hasibuan. Perlu diketahui, dalam pembukaan Rakernas Peradi 2019, turut dihadiri Sekda Prov. Jatim,  Mahkamah Militer, Staf Ahli Menkopolhukam RI, Kejati Jatim, dan Polda Jatim.(TH)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *