Ke-valida-an Data Penerima BPNT Di Simpang Prambon Dibahas Dalam Rakor SIKS-NG

Bagikan Berita Ini:

Sidoarjo – Permasalahan yang kerap timbul di setiap pemberian bantuan BPNT maupun PKH masihlah sama yakni ketidak validan data penerima bantuan. Faktor perubahan tempat tinggal dan status sosial ekonomi sering memunculkan kesimpang siuran data penerima. Hingga berpotensi memicu kecemburuan di masyarakat setempat.

Merujuk pada kondisi tersebut, Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo yang diwakili oleh Agung Sudjito mensosialisasikan hal itu dalam Rapat Koordinasi SIKS-NG di Desa Bulang, Prambon, Selasa (12/11/2019) di kantor desa.

“Demi validitas warga penerima bantuan agar di cek kembali kondisi perekonomiannya saat ini. Apakah masih minus atau telah berubah menjadi baik. Atau barangkali ada yang sudah meninggal dan pindah domisili. Harus di cross cek lagi kekinian validitas data penerima bantuan tersebut,” kata Agung Sudjianto.

Menurutnya lagi, peran RT dalam program BPNT dan PKH ini sangat vital. Sebab, mengenal betul secara dekat keseharian penerima bantuan.

Tinggal bagaimana objektivitas RT dalam menentukan layak tidaknya orang tersebut menerima. Sebab jika tidak, yang rawan muncul adalah kecemburuan sosial di tengah masyarakat.

Sementara itu, M Sholeh, Kades Simpang pada kegiatan tersebut menekankan pentingnya kevalidan data. “Saya mohon dengan sangat kepada RT untuk memberikan keterangan data penerima dengan objektif. Antara kondisi yang dulu dan sekarang. Saya prihatin jika ada keluarga yang kini telah mampu tapi masih saja menginginkan bantuan semacam ini,” terang M Sholeh.

Data awal yang masuk untuk penerima BPNT per September 2019 Desa Bulang tercatat sejumlah 372 orang. Dari jumlah tersebut nantinya akan disaring lagi menjadi data yang valid. (Git)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *