Di Hari Pahlawan PT KAI Daop 8 Gelar Sosialisasi Tertib Lalu Lintas Di Perlintasan Samping Kiri Royal Plaza Surabaya

Bagikan Berita Ini:

Surabaya – Dalam rangka ikut serta memperingati dan memeriahkan Hari Pahlawan tanggal 10 November 2019, PT KAI Daop 8 Surabaya menggelar Sosialisasi Tertib Lalu Lintas di Perlintasan Sebidang yang digelar di Jl. Raya Ahmad Yani, samping kiri Royal Plaza Surabaya.

Menurut Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Suprapto mengatakan, hadir 40 anggota Komunitas Pecinta Kereta Api Surabaya melaksanakan aksi simpati, peduli keselamatan perlintas sebidang.

Sosialisasi ini juga dimeriahkan dengan pagelaran alat musik angklung, menyanyikan lagu perjuangan dan aksi robot merah putih. Ini semua menggambarkan Pejuang pada tahun 1945.

Dengan berbagai pernak pernik aksi sosialisasi yang kami lakukan, dapat mengharapkan warga Surabaya khususnya yang melintas jalan Ahmad Yani untuk sadar dan disiplin pentingnya berhati-hati agar menggunakan jalan dengan sebaik-baiknya dan menjalankan peraturan yang ada,” ucap Suprapto saat diwawancarai awak media di sela-sela kegiatan. Minggu, (10/11/2019).

Ia menambahkan, angka kecelakaan cukup tinggi, walaupun tiap tahun terjadi penurunan, di tahun 2017 ada 75 kasus, tahun 2018 ada 51 kasus, dan tahun ini terhitung bulan Januari sampai dengan bulan September terjadi ada 40 kasus.

Ia menghimbau, kedepannya kecelakaan terus menurun, kalau bisa tidak terjadi kecelakaan sama sekali.

PT KAI Daop 8 Surabaya mengambil tempat sosialisasi disini dikarenakan jalan Ahmad Yani (dekat Royal Plaza) merupakan jalan utama menuju kota Surabaya.

Sehingga diharapkan pengguna jalan raya begitu sadar dan tergugah dalam berkeselamatan di perlintasan sebidang. Kegiatan sosialisasi seperti ini rutin tiap 1 bulan sekali, dan tak hanya dilakukan di jalan, melainkan juga di TK, SD, SMP, SMA, Balai Desa, dan Madrasah,” tuturnya.

Pesan saya kepada masyarakat, bahwa alat utama keselamatan perlintasan sebidang itu adalah rambu tanda stop. Palang pintu, penjaga pintu, suara sirine itu hanya alat keamanan semata.

Sesuai UU Nomor 2 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pengguna perlintasan sebidang wajib berhenti pada rambu stop, walau ada palang pintu atau tidak, tengok kanan kiri sebelum kereta api melintas.

Ini cara paling efektif, aman, dan disiplin dalam menghindari kecelakaan,” tegas Suprapto.(TH)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *