Teguh Basuseto Meminta Disparitas Harus Lebih Di Tekan Lagi

Bagikan Berita Ini:

Surabaya – Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perhubungan Laut berupaya mengoptimalkan layanan tol laut untuk menjawab dan memenuhi harapan masyarakat Indonesia.

Kehadiran tol laut dinilai sangat dibutuhkan, khususnya di wilayah tertinggal, terpencil, terluar dan perbatasan (3TP).

Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R. Agus Purnomo, masyarakat di wilayah 3TP ini telah merasakan langsung manfaat dari keberadaan tol laut dalam penurunan disparitas harga dan konektivitas antarwilayah di Indonesia.

Terlebih, di tengah keterbatasan subsidi tol laut untuk tahun 2019. “Konektivitas di wilayah Indonesia Timur ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia dan untuk itu, negara sudah hadir melalui program tol laut.

Ketersediaan barang kebutuhan masyarakat di seluruh pelosok negeri dengan disparitas harga yang rendah antara Indonesia bagian barat dan Indonesia bagian timur menjadi fokus utama kami,” ujar Agus dalam keterangannya, Kamis (3/10/2019).

Namun demikian, lanjut Agus, program tol laut ini bukan semata-mata milik satu kementerian atau lembaga saja melainkan milik bersama antara kementerian, lembaga dan juga pemerintah daerah.

Bahkan, peran masyarakat juga diperlukan untuk bersinergi agar program tol laut dapat berjalan optimal.

Pengamat Tol Laut Teguh Basuseto mengatakan pak Jokowi yang memang mengedepankan tol laut saat ini itu memang ada semacam sebutkan semacam subsidi yang diberikan oleh pemerintah kepada pelaku pelayaran baik itu yang berupa kappek maupun yang oppek.

Memang lebih baik itu subsidi digelontorkan untuk kepentingan oppek tapi di luar itu ada yang jauh lebih penting di luar dari subsidi ada yang jauh lebih penting adalah bagaimana pembangunan sentra sentra industri di tempat-tempat luar dari Indonesia yang kita sebut (3TP) terbelakang, terdepan dan Daerah-daerah perbatasan itu harus dibangun sentra industri caranya bagaimana kita pemerintah memang harus memetakan secara komparatif dan pendek maupun kompetitif adventif industri-industri apa yang perlu dikembangkan di masing-masing daerah guna menjamin muatan balik ke Jawa.

Utamanya Surabaya emangnya sekarang ya kalau Indonesia Timur itu Surabaya itu bisa dikatakan muatan selalu penuh kembali ke Jawa itu 10%/20% maksimum terjadi imbalans muatan sehingga uang tambang atau Sprite itu harus bisa mensubsidi pengoperasian kapal kita makanya saya bilang lebih penting subsidi dilarikan ke oppek ketimbang kappek.

Kalau kappek saya melihat lebih butuh kepada skema pembiayaan atau pendanaan dalam kita mengadakan kapal yang mana itu sudah kita sampaikan juga kepada ibu Sri Mulyani menteri keuangan tentang skema skema pendanaan yang dibutuhkannya.

Pertama itu adalah pengembangan imbalans yang kedua adalah meminimalisasi pihak perantara dalam hal ini antara pedagang dari Jawa katakanlah dengan pembeli yang ada di Indonesia timur.

Disisi Laut kita sudah bisa di monitor tadi sudah banyak jelaskan oleh Pelindo bahkan juga oleh apa oleh audiens tadi sendiri biaya-biaya yang di laut itu sudah turun biaya logistik dari satu pelabuhan ke pelabuhan lain sudah turun tapi pertanyaannya kenapa harga di konsumen masih tetap tinggi.

Disparitas itulah yang harus kita siasati bagaimana caranya di sinilah peranan MKL tadi langsung di singgung kira-kira apa yang mereka bisa kontribusikan karena untuk porsi kita yang di laut sudah bisa dikatakan maksimum.

Bunker-bunker itu satu harga di manapun harganya sama bongkar muat sudah satu harga di Surabaya ya sekian di Maluku yang saudara tarif dari pelindo jadi tidak ada lagi yang yang bisa kita efisienkan selain membalans cargo out dari Jawa dan kembali ke Jawa.

Pemerintah juga punyak program rumah kita juga wajib untuk dikelola lebih baik rumah kita itu secara konsep lebih kepada tempat penimbunan barang jadi semua barang di taruh di HAP di pelabuhan HAP sehingga distribusi di pulau-pulau kecil lainnya daerah-daerah terpencil itu menjadi lebih cepat karena sudah ada di program rumah kita.

Harapannya pasti harus kita simpulkan adalah program ini adalah program yang baik karena untuk menekan disparitas harga antara Indonesia barat dengan Indonesia Timur pertama yang kedua itu menjaga konektivitas dari seluruh kepulauan kepulauan Indonesia yang ada sekitar 17 ribu pulau itu harus terjaga suplai barang harus terjamin.

Pergerakan manusia harus mobilisasi manusia penduduk itu harus berputar dengan baik sehingga perekonomian tingkat.

Ketiga yang tidak kalah pentingnya mengapa tol laut harus sukses kita liat contoh Cina sedang membangun yang disebut yang mereka sebut belt and road initiative and road initiative itu akan menyinggung Indonesia bagian utara sehingga kalau tol laut program tol laut kita ini gagal yang saya khawatirkan justru impor yang akan makin tinggi masuk Indonesia akhirnya terjadi trade imbalans secara nasional itu akan lebih membahayakan kita hati kita akan lebih banyak mengimpor daripada mengekspor makanya tol laut adalah sebuah langkah strategis dari pemerintahan Jokowi yang harus kita dukung bila saat ini masih ada kekurangan di sana-sini seperti yang diakui oleh pak direktur lalu lintas laut tadi juga kita harus kita perbaiki.(TH)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *