Komunitas Pecinta Budaya Jawa Sedengan Mijen Krian Gelar Wayang Kulit Peringati Sesaji Suro 1953 Saka

Bagikan Berita Ini:

Sidoarjo – Jangan sekali sekali melupakan sejarah, begitu kata Bung Karno. Sebuah ungkapan kalimat tentang pentingnya arti sejarah bagi suatu bangsa. Sebab, didalamnya terdapat pula proses pembentukan sebuah budaya dan tradisi yang menjadi tolok ukur peradaban suatu bangsa.

Memaknai tradisi dan budaya sebagai bagian sejarah bangsa itulah, sebuah komunitas penggiat dan pecinta budaya mencoba melestarikan nilai nilai yang terkandung dalam suatu acara budaya sebagaimana diperlihatkan oleh komunitas pecinta budaya Jawa dari Sedengan Mijen Krian, Sidoarjo.

Bertema ” Ilingo marang leluhurmu bakal mulyo uripmu” atau ingatlah pada leluhurmu niscaya akan sejahtera hidupmu. Komunita tersebut menggelar pertunjukan wayang kulit pada Sabtu malam (14/09/2019).

Hadir dalam acara tersebut, Sudjalil anggota DPRD Sidoarjo dari Fraksi PDIP. Menurutnya, kegiatan tersebut positif dalam rangka upaya pelestarian tradisi budaya warisan leluhur.

“Sangat positif sekali karena selain bertujuan melestarikan warisan budaya nenek moyang juga mempererat silaturahmi yang kesemuanya itu akan mengarah kepada terciptanya rasa persatuan kesatuan. Sekaligus mewariskan nilai nilai luhur budaya kepada generasi muda,” kata Sudjalil.

Pagelaran wayang kulit yang malam itu digelar di jalanan RT03 RW01 Sedengan Mijen menampilkan lakon Adege Candi Sapto Hargo dengan dalang Ki Teguh Sutrisno dari Jombang. (git)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *