Ketua KBM Jatim Tuding Soekarwo Tinggal Gelanggang Colong Playu

Bagikan Berita Ini:

Surabaya, LensaNasional. Mantan Gubernur Jawa Timur Soekarwo atau Pakde Karwo disebut mengundurkan diri dari posisi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jawa Timur. Surat pengunduran dirinya telah diserahkan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Demokrat. 

Mundurnya Soekarwo dari jabatan Ketua DPD Demokrat Jatim ini disebut-sebut sebagai konsekuensi jabatan Komisaris Utama di PT Semen Indonesia Tbk yang kini diembannya.  Belum ada komentar dari Soekarwo terkait kabar pengunduran dirinya. Seperti ditulis CNN Indonesia (13/8), Sekretaris DPD Demokrat Jatim, Renville Antonio membenarkan kabar tersebut.

Ia mengatakan surat pengunduran diri Soekarwo itu telah diajukan ketika mengisi jabatan Komisaris Utama PT Semen Indonesia Tbk, pada Maret 2019 silam. Mundurnya Soekarwo tersebut mendapat reaksi keras dari beberapa tokoh di Jawa Timur.

Diantaranya Hadi Pranoto Ketua Keluarga Besar Marhaenis ( KBM ) Jawa Timur. “Mendahulukan kepentingan pribadi. Kalau syarat pengangkatan Komisaris Utama ( Komut ) PT. Semen bukan pengurus parpol, maka seharusnya tidak memilih Ketua DPD PD Jatim.

Namun, jika pilihan itu dengan syarat dia mundur dari Ketua DPD PD Jatim, maka itu pilihan yang lebih mengemukakan kepentingan pribadi Sukarwo,” ujar Hadi Pranoto kepada Lensa Nasional, Kamis (15/8).

Menurut Hadi Pranoto, perbuatan mementingkan diri sendiri tidak baik untuk dicontohkan kepada siapapun. Bahkan menurutnya, tidak hanya dalam kasus ‘pengunduran diri’ saja perbuatan yang telah dilakukan Soekarwo.

“Kepentingan pribadi itu terlihat ketika menjabat Ketua DPD Partai Demokrat Jatim dan merebut Ketua DPP PA GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia), dimana lembaga perjuangan itu dikuasainya dengan cenderung stagnan, tidak ada manuver gerakan yang dinamis.

Sehingga organisasi yang dikuasainya hanya menjadi pijakan keberadaan pribadinya belaka,” tukasnya dengan nada emosi. Hadi Pranoto, banyak pihak mengenalnya sebagai Tokoh Gerakan Front Marhaenis mengecam keras tindakan yang dilakukan oleh Soekarwo.

“Ternyata benar dugaan saya selama ini. Cak Brengos (Soekarwo, Red) lebih berat kepentingan pribadi dari pada kepentingan perjuangan. Partai Demokrat Jawa Timur melorot. PA GMNI hanya pajangan untuk gagah-gagahan saja.

Kita sebutkan tinggal gelanggang colong playu. Seorang pemimpin kurang bertanggung jawab,” pungkasnya.(*)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *