BPKN Gelar Penganugerahan Raksa Nugraha 2019

Bagikan Berita Ini:

Surabaya – BPKN mengadakan Sosialisasi Penganugerahan Raksa Nugraha yang diselenggarakan di Hotel Santika Premier, Gubeng, Surabaya.

DaIam acara sosialisasi tersebut , tampak hadir sebagai narasumber Bambang Sumantri selaku Komisioner II Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), Gendut Suprayitno (Chairman Of Indonesia Institute for Corporate Governance, Disperindag Surabaya, LPKSM, BPSK, dan Para Pelaku Usaha.

Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Periindungan Konsumen (UUPK) telah diundangkan pada tahun 1999. Sejak mulai diundangkan sampai saat ini (Iebih dari 20 tahun), masih banyak masyarakat dan juga pelaku usaha yang beIum mengetahui hak dan kewajibannya sebagai konsumen maupun pelaku usaha sebagaimana diatur dalam UUPK.

Ketidaktahuan dan ketidakpahaman masyarakat dan pelaku usaha ini menyebabkan banyak terjadi insiden perlindungan konsumen akibat pelanggaran terhadap hak konsumen yang dilakukan oIeh pelaku usaha dan masih rendahnya kesadaran konsumen untuk mengadukan permasalahannya.

Rendahnya kesadaran konsumen dan Pelaku Usaha terhadap perlindungan konsumen juga dikarenakan komitmen Pemerintah dan Pemda dalam penyelenggaraan perlindungan konsumen masih rendah, dalam hal perhatian dan keberpihakannya pada masyarakat.

DiIain pihak beberapa Pelaku Usaha sudah melakukan berbagai inisiatif sehingga bisa memberikan perlindungan pada konsumen; untuk Itu perIu diberikan apresiasi pada Pelaku Usaha yang sudah berinisiatif dalam melakukan upaya perlindungan konsumen.

”Balam rangka mamasyarakat sikap keberpihakan terhadap perlindungan konsumen khusus kepada pelaku usaha,badan perlindungan kosumen nasional (BPKN) sebagai lembaga yang diamanahkan oleh UUPK untuk mengembangkan upaya perlindungan konsumen akan mengadakan kegiatan pemberian apresiasi kepada pihakna-pihak yang peduli akan perlindungan konsumen dengan nama Raksa Nugraha indonesia Consumer Protection Award.

Panganugeranan Raksa Nugraha adalah apresiasi yang akan diberikan BPKN kepada para Palaku Usana’,’ disampaikan Bambang Sumantri seIaku Komisioner II Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) dalam acara sosialisasi penganugerahan kepada Pelaku usaha, Surabaya 18 Juli 2019.

Raksa berarti penjaga atau pemelihara sedangkan Nugraha adalah anugerah atau kurnia, sehingga arti dari RAKSA NUGRAHA adalah Penjaga Anugerah, yang bermakna sebagai Pelindung Konsumen karena Konsumen adalah Anugerah, tidak ada Konsumen maka Peiaku Usaha tidak akan ada.

RAKSA NUGRAHA Indonesian Consumer Protection Award merupakan ajang penghargaan kepada pelaku usaha di Indonesia yang teIah mau dan mampu menyelenggarakan program perlindungan konsumen sebagai wujud tanggung jawabnya untuk mendukung praktik bisnis yang baik, beretika dan bertanggungjawab agar dapat tumbuh berkelanjutan.

Penilaian RAKSA NUGRAHA menggunakan model bisnis kinerja unggul Malcolm Baldridge National Quality Award (MBNQA) dengan pendekatan pemeringkatan.

Berbagai kalangan di Indonesia sudah mengadopsi MBNQA, diantaranya oleh kementerian/BUMN dalam menilai BUMN yang berkinerja unggul.

Namun penekanan penilaiannya ini lebih menitikberatkan pada sistem Perindungan Konsumen yang direncanakan, diterapkan dan ditingkatkan secara berkelanjutan oleh Pelaku Usaha.

Ada kuesioner sebagai instrumen penilaian yang disusun berdasarkan pendekatan MBNQA dan akan dilakukan penilaian/kriteria dengan konsep ADLl (Approach, Deploymant Learning,integraton).

Penilaian ini akan menempatkan Pelaku Usaha yang dinilai masuk dalam kelompok rating platinum, gold atau silver.

Sosialisasi RAKSA NUGRAHA akan dilakukan di 5 Kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta, Surabaya, Makassar, Balikpapan, dan Medan dimana sampai dengan saat ini baru dilakukan di Jakarta dan hari ini dilakukan sosialisasi di Kota Surabaya.

RAKSA NUGRAGA akan diselenggarakan secara rutin setiap tahun dan akan melibatkan stakeholder-stakeholder terkait perlindungan konsumen, seperti Pelaku Usaha maupun asosiasinya.

Namun program ini akan dilaksanakan secara bertahap: -Tahun Pertama (tahun 2019), merupakan tahap awal untuk membangun skema Penilaian.

sosialisasi dan Penilaian RAKSA NUGRAHA ke Pelaku Usaha -Tahun Kedua (tahun 2020), RAKSA NUGRAHA tidak hanya menilai Pelaku Usaha tetapi juga Pemda -Tahun Ketiga (2021), dan tahun selanjutnya penilaian akan terus berkembang sesuai dengan kondisi yang ada.

Dengan program penganugerahan RAKSA NUGRAHA ini diharapkan kesadaran dan keberpihakan pemangku kepentingan terhadap Perlindungan Konsumen akan menmgkat sehingga masing-masing lembaga bisa berperan Optimal.

Negara harus hadir dalam memberikan perlindungan kepada konsumen melalui peraturan perundang-undangan dan peraturan lainnya, artinya:

-Konsumen diingatkan untuk membangun pemahaman dan kesadaran konsumen atas hak-haknya.

-Kementerian/lembaga dan Pemerintah Daerah sebagai penanggung jawab penyelenggaraan PK menjalankan Perlindungan Konsumen dengan baik dimulai dari pembuatan kebijakan sampai kepada penerapan, pengawasan dan penegakan hukumnya.

Pelaku Usaha harus jujur, bertanggung jawab atas kewajiban sebagai pelaku usaha, maupun hal-hal yang dilarang UUPK.

-Lembaga PK lainnya seperti BPKN, diingatkan apa saja tugas dan tanggungjawabnya dalam rangka PK, demikian juga masyarakat yang terhimpun dalam LPKSM.

Bambang Sumantri selaku Komisioner ll BPKN menambahkan, ”Pada kesempatan tahun ini BPKN mambuka kesempatan bagi Pelaku Usaha yang ingin mengikuti rating penilaian RAKSA NUGRAHA secara gratis dengan menggisi/mengirimkan aplikasi ke https://raksanugraha.bpkn.go.id pada tahun ini ditargetkan ada 100 perusahaan yang mengikuti program penilaian raksa nugraha Apabila nanti perusahaan tersebut penilaiannya dianggap layak setelah mengisi kuesioner maka akan diundang untuk mempresentasikan didepan panel mitra penyelenggara dalam hal ini Indonesia Institute For Corporate Governance (”06) dan majalah SWA serta mitra kerjasama lainnya seperti YLKl, Mastan dan Kementerian/Lembaga teknis.

Panganugaranan RAKSA NUGRAHA ini akan meningkatkan citra perusahaan sebagai Pelaku yang bertanggung jawab dan peduli terhadap konsumenn ya sehingga diharapkan akan meningkatkan loyallitas konsumen lama terhadap pelaku usaha,maupun akan meningkatkan ketertarikan dari konsumen yang baru Pungkas Arief Safari, selaku Koordinator Komisi Komunikasi dan Edukasi, BPKN.(TH)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *