Penderita Penyakit Kusta Bukan Faktor Kutukan

Penderita Penyakit Kusta Bukan Faktor Kutukan

Surabaya – Jumlah penderita penyakit kusta di Jawa Timur masih 2.610 orang menurut data Dinas Kesehatan setempat per 11 Januari 2019 Di Hotel Gubeng, surabaya(17/5).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Jawa Timur Setya Budiono di Surabaya, Jumat, mengatakan penderita kusta di Jawa Timur paling banyak berada Madura,Sumenep, Sampang dan Bangkalan.

“Status penderita kusta di Jatim sudah berstatus eliminasi provinsi. Artinya kasus pravalensinya kurang dari 1/10.000 penduduk, di Jatim sudah 0,9 persen,” kata Setya. Ia mengemukakan bahwa Dinas Kesehatan terus melakukan berbagai upaya untuk mengurangi jumlah penderita penyakit kusta, antara lain lewat upaya penemuan dini kasus, dan pengobatan serta penghapusan stigma pada pasien kusta.

“Biasanya kalau ada yang sakit kusta di sekitarnya akan ada, karena penularan melalui kontak erat,” katanya.

Kusta atau lepra adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobaterium leprae. Penyakit ini menyerang berbagai bagian tubuh termasuk saraf dan kulit menurut Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan.

Bila tidak segera ditangani, kusta bisa menjadi sangat progresif dan mengakibatkan kerusakan kulit, saraf, anggota gerak dan mata.

Namun penyakit ini tidak menyebabkan pelepasan anggota tubuh dengan mudah sebagaimana mitos yang beredar dalam masyarakat. Gejala penyakit kusta antara lain keberadaan bercak putih atau merah di kulit yang tidak gatal, tidak nyeri, tetapi baal (kurang rasa atau mati rasa).

Bercak seringkali ditemukan di bagian siku karena ada syaraf yang dekat dengan permukaan kulit, ada pula bercak yang ditemukan di sekitar tulang pipi (wajah), telinga, atau bahu (badan).

Selain itu, ada penderita yang menunjukkan gejala berupa bintil kemerahan yang tersebar, ada pula yang gejalanya kulit sangat kering (tidak berkeringat) dan rambut alis rontok sebagian/seluruhnya.

Sebagian besar penderita pada awalnya tidak merasa terganggu sehingga cenderung mengabaikannya. Namun kadang gejala disertai kesemutan, nyeri sendi dan demam hilang timbul, bila mengalami reaksi.

Bila ditemukan dan diobati sejak dini, penyakit kusta bisa sembuh dan tidak menimbulkan kecacatan. Penemuan kasus dan pengobatan dini menjadi satu-satunya cara yang paling efektif untuk memutus rantai penularan penyakit ini.(TH)


Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *