Pernik Ramadhan : Sekilas Tentang Mbah Jaelani, Salah Satu Ulama Besar Sidoarjo

Pernik Ramadhan : Sekilas Tentang Mbah Jaelani, Salah Satu Ulama Besar Sidoarjo

Lensanasional.co.id – Sebagaimana halnya Surabaya, Gresik dan Tuban. Sidoarjo sebagai kabupaten penyangga kota Surabaya di bagian selatan ternyata juga memiliki beberapa situs religi Islami.

Bila di Surabaya dikenal dengan makam Sunan Ampel atau Sunan Giri dan Sunan Bonang di Gresik dan Tuban. Sidoarjo pun mempunyai hal yang serupa.

Dan, meski tak sepopuler dan seramai makam Sunan Ampel dan Sunan Bonang, makam para ulama penyi’ar Islam di Sidoarjo boleh dibilang tak pernah sepi peziarah.

Salah satunya yakni makam Mbah Jaelani. Tempat peristirahatan salah satu tokoh syi’ar Islam di wilayah Kajeksan, Tulangan.

Tak banyak literatur yang bisa ditemukan terkait sejarah syi’ar Mbah Jaelani. Sebagian besar hanya cerita dari mulut ke mulut semacam mitos tentang kekaromahan beliau semasa hidupnya dulu.

Namun sepenggal catatan berhasil dihimpun wartawan Lensa nasional.co.id melaui penuturan Abah Yasin, salah satu tokoh masyarakat Kajeksan yang juga keturunan dekat Mbah Jaelani.

Menurut Abah Yasin, almarhum (Mbah Jaelani) nama asli beliau adalah Karbi. Bersaudarakan empat orang yakni Pak Mat, Satinah, Karmin dan Karminah. Mbah Jaelani sendiri adalah putra ke empat. Tidak diketahui pasti siapa nama Ayahnya namun Ibunya bernama Kamirah berasal dari Kajeksan.

Diceritakan oleh Abah Yasin, semasa hidupnya Mbah Jaelani pernah menempuh pendidikan agama di Ponpes Siwalan Panji, Buduran Sidoarjo.

Belum tamat masa pendidikan, oleh gurunya, Mbah Jaelani disuruh pulang karena dianggap telah lulus. Hal itu konon dikarenakan kematangan ilmu agama dan kekaromahan yang melekat kuat pada diri Mbah Jaelani terlihat.

Penuturan lain juga diceritakan oleh Abah Yasin yaitu tentang kebiasaan almarhum dimana setiap malam Jumat selalu pergi ke makam Sunan Ampel, Surabaya dengan berjalan kaki menyusuri pinggiran Kali Brantas.

Dari pantauan, keramaian peziarah terlihat meluber saat malam Jumat Legi atau waktu acara khaul beliau. Selain warga setempat, yang datang berziarah tak sedikit berasal dari luar kota seperti Gresik, Surabaya hingga Banyuwangi. (git)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *