Pernik Ramadhan : Mengenal Syaikhona Kholil, Gurunya Ahmad Dahlan dan Hasyim Asyhari

Bagikan Berita Ini:

Lensa nasional.co.id – Mungkin banyak yang tidak tahu bahwa Ahmad Darwis dan Hasyim Asyhari merupakan dua santri dengan satu guru yang sama.

Muhammad Darwis atau yang kemudian berganti nama Ahmad Dahlan dan Hasyim Asyhari adalah dua tokoh yang kita kenal sebagai pendiri Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama ternyata murid dari Syaikhona Kholil, seorang Kyai dari Bangkalan, Madura.

Guru dari Ahmad Dahlan dan Hasyim Asyhari ini adalah salah satu ulama kharismatik dan berpengaruh dikalangan ummat Islam pada masanya. Dimana pada saat itu peran ulama mendapat pengawasan ketat dari pemerintah kolonial Belanda.

Secara silsilah, Kyai Kholil adalah keturunan Kyai Asror bin Abdullah bin Ali Al Akbar bin Sulaiman Basyaiban. Salah satu cucu Syarif Hidayatullah atau yang dikenal dengan Sunan Gunung Jati.

Dari garis keturunan Kyai Asror inilah lahir para ulama yang berperan besar dalam penyebaran Islam di Pulau Madura.

Sejak kecil, Kyai Kholil sangat berminat dengan ilmu agama dan bacaan Al Qur’an. Maka dari itu Kholil kecil lalu dikirim untuk berguru pada Kyai Sholeh di pesantren Bungah, Gresik. Kemudian pindah ke Canga’an, Bangil Pasuruan sambil belajar pada Kyai Nur Hasan di Sidogiri.

Selepas dari situ, Kholil muda dengan bekal seadanya berangkat ke Mekkah melanjutkan ilmu agama. Selama disana, Kholil diketahui sangat antusias menyerap ilmu dari berbagai guru disana. Terutama ketertarikannya pada ilmu najwu shorof dan ilmu fiqih.

Sepulang dari Mekkah, Kyai Kholil balik ke Bangkalan menjadi pengajar agama dan berdakwah di lingkungan kraton Bangkalan Madura.

Metode belajar Kyai Kholil yang mengajarkan Islam dengan kelembutan banyak menarik minat para alim ulama hingga banyak dari mereka yang mengirimkan keturunannya untuk belajar pada Kyai Kholil.

Syaikhona Kholil mengajarkan Islam dengan ilmu dan hikmah. Dua hal yang menjadi dasar dari pemikiran Islam. Hal itu pula yang menginspirasi dua santrinya yakni Ahmad Dahlan dan Hasyim Asyhari untuk mendirikan pergerakan Islam di masa penjajahan. (HANS)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *