Ratusan Tumpeng Tampil Saat Acara Ruwat Desa di Mulyodadi, Wonoayu

Bagikan Berita Ini:

Sidoarjo – Menginjak bulan Ruwah pada kalender penanggalan Jawa, masyarakat Desa Mulyodadi Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo melakukan prosesi acara budaya yakni ruwatan desa atau sedekah bumi. Seperti terlihat pada Selasa (09/04/2019).

Menurut jadwal, acara dibuka pukul 10.00 WIB namun sejak pagi warga telah berjejal memenuhi pendopo kantor desa tempat diselenggarakannya kegiatan budaya tahunan tersebut.

Hadir dalam acara itu, Abdul Kifli, Camat Wonoayu beserta jajaran Forkopimka yakni Kapolsek Wonoayu, AKP, AA Gede Putra Wisnawa dan Danramil 0816/13 Wonoayu yang diwakilkan.

Pada sambutan pidatonya, Abdul Kifli menerangkan tentang makna ruwat desa. “Sedekah bumi atau ruwat desa ini merupakan bentuk ucapan syukur masyarakat disini kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan berupa panenan hasil bumi yang melimpah dan kondisi desa yang aman tenteram jauh dari bencana,” terang Camat Wonoayu itu.

Sementara itu, Slamet Priyanto, Kades Mulyodadi juga ikut menyampaikan bahwa ruwatan desa sengaja digelar untuk tetap mempererat rasa guyub dan rukun antara sesama warga dengan pemerintah desa.

“Terlebih menjelang Pemilu ini. Penting sekali untuk menciptakan suasana kondusif di desa ini melalui kegiatan semacam ini salah satunya,” ujar Slamet kepada wartawan Lensanasional.co.id

Selain itu, lanjut Slamet, tradisi ruwat desa adalah prosesi melestarikan sekaligus mengingat jasa jasa para pendiri desa jaman dahulu.

Acara kemudian ditutup dengan santap bersama. Ratusan tumpeng yang dibawa warga dari rumah masing masing langsung dinikmati lahap berbarengan. Yang menarik, dihalaman kantor desa tampak puluhan warga berebut tumpeng raksasa berisikan ratusan tempelan roti goreng. Salah satu ikon UKM khas produk Desa Mulyodadi. (git)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *