Keluhan Pemdes Kedung Kembar. Menara BMW Mangkrak Tersambar Petir Biaya Pemasangan Rp 40 Juta Terancam Mubadzir

Keluhan Pemdes Kedung Kembar. Menara BMW Mangkrak Tersambar Petir Biaya Pemasangan Rp 40 Juta Terancam Mubadzir

Lensanasional.co.id – Kinerja Pemerintah Desa Kedung Kembar Kecamatan Prambon, Sidoarjo beberapa hari terakhir agak terganggu. Penyebabnya, rusaknya menara BMW yang tersambar petir pada 3 Maret lalu mengakibatkan sejumlah perangkat software tak bisa lagi difungsikan. Padahal pemerintah desa telah mengeluarkan dana sebesar Rp 40 juta untuk biaya pemasangannya.

“Sebenarnya bukan disini saja yang mengalami. Di Kecamatan Prambon ini ada dua desa lain yang menara BMW nya mengalami kondisi serupa seperti di Cangkring Turi dan Kedung Sugo,” ucap Kades Kedung Kembar, Akhmad Jupriyanto

Menara BMW sendiri adalah bagian dari program Berkas Mlaku Dewe (BMW) yang digulirkan Pemkab Sidoarjo dalam upaya mewujudkan Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) melalui jaringan internet guna memberikan pelayanan administrasi. Dimana layanan sarat tehnologi tersebut dilakukan secara mobile berbasis NIK yang tersimpan dan terpusat di server kecamatan. Aplikasi BMW dipakai untuk pengurusan administrasi seperti pembuatan surat lahir dan kematian, surat pengantar KTP/KK hingga Izin Mendirikan Bangunan.

“Kondisi ini telah kita laporkan ke pemerintah kecamatan namun entah hingga sekarang belum ada penanganan,”terang Jupriyanto.

Terpisah, Ainun Amalia Camat Prambon menerangkan bahwa masalah tersebut akan segera dikoordinasikan dengan pihak PT yang memasang peralatan tersebut.

Akhmad Jupriyanto menambahkan,” Kami hanya mohon agar segera ada langkah perbaikan karena dengan rusaknya menara BMW itu praktis kegiatan operasional pemdes terganggu. Selain itu, kami telah gelontorkan Rp 40 juta untuk biaya pemasangannya,” pungkasnya.

Tidak berlebihan memang keluhan Pemdes Kedung Kembar tersebut. Mengingat biaya yang telah dikeluarkan untuk pemasangannya tidak bisa dibilang kecil untuk desa yang hanya mengandalkan sektor pertanian. Seyogyanya pihak terkait segera tanggap dan menindaklanjuti agar kinerja Pemdes kembali optimal. (git)

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *