Saluran Irigasi Diuruk Tanah, Warga Urang Agung Resah

Saluran Irigasi Diuruk Tanah, Warga Urang Agung Resah

Lensanasional.co.id – Beberapa hari belakangan ini petani dan sebagian warga Urang Agung Kecamatan Sidoarjo Kota, Sidoarjo resah. Pasalnya, saluran irigasi untuk pengairan sawah tiba tiba teruruk tanah. Pengurukan tersebut terjadi persis di area lahan Perum Royal Orchid. Sebuah kawasan hunian baru sekelas menengah keatas.

Menurut Hasan (nama samaran) warga Urang Agung, tindakan pengurukan itu menyalahi peraturan. “Seharusnya tidak begitu. Jika untuk keperluan pembangunan jalan perumahan mestinya saluran harus dibuatkan gorong gorong, baru kemudian diuruki tanah diatasnya. Bukan ditimbun seperti itu. Akibatnya air yang akan menuju sawah mana bisa mengalir?,” ujar Hasan.

Dari pantauan lapangan, saluran irigasi terlihat tertutup oleh material tanah yang akan dijadikan jalan keluar masuk ke area perumahan Royal Orchid. Saluran selebar setengah meter tersebut praktis tidak bisa berfungsi lagi mengairi lahan persawahan seluas sekitar 8 hektar milik warga Urang Agung.

Sementara itu, Akhmad Hariyadi, menjelaskan pihaknya telah mengetahui hal tersebut. “Kami pun sudah mengirim surat keberatan terkait masalah itu. Jawaban yang kami terima, pihak pengembang akan mengembalikan seperti semula. Namun tak bisa secepatnya,” jelas Akhmad Hariyadi, (14/03/2019).

Rencananya warga yang keberatan dalam beberapa hari kedepan akan mengajak pemerintah kelurahan untuk bersama sama membongkar urukan tanah yang menutupi saluran irigasi tersebut.

“Untuk hal itu, kami belum menerima laporan dari warga. Namun kami siap seandainya warga mengajak demikian (menguruk),” tutur Pak Lurah Urang Agung itu.

Mencoba menfkonfirmasikan masalah tersebut pada pihak pengembang, Lensanasional.co.id mendapatkan hasil nihil. Menurut staf marketing PT Bumi Mandiri Land Development selaku pengembang Royal Orchid menyampaikan bahwa kepala pimpro sedang tidak ada ditempat. (git)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *