Sebelum Ditangkap KPK, Romahurmuziy Pernah Pidato Tentang Anti Korupsi

Sebelum Ditangkap KPK, Romahurmuziy Pernah Pidato Tentang Anti Korupsi

Lensanasional.co.id – Ironis . Satu kata yang tepat ditujukan kepada sosok Romahurmuziy. Betapa tidak, sebelum di OTT KPK terkait dugaan korupsi jual beli jabatan di Surabaya, Jumat (15/3/2019) lalu, Romahurmuziy diketahui pernah berpidato tentang anti korupsi pada 8 Desember 2018 atau sehari menjelang Hari Anti Korupsi se dunia.

Hal itu bisa dilihat dalam video pendek di akun twitter miliknya @MRomahurmuziy yang berbunyi, “Bagi saya berpolitik adalah hobi, bukan sebagai sumber penghasilan. Selamat#Hari Anti Korupsi,” tulisnya.

Pada video tersebut, Romy terlihat sedang berpidato memakai jas abu abu berkaos putih. Disitu dirinya bercerita bahwa menjadi politikus pada masa sekarang tidak sebangga seperti saat menjadi politikus di era Orde Baru.

“Mengapa? Karena saat ini beda antara penjahat dan pejabat itu beda tipis. Hari ini pejabat, besok bisa saja langsung jadi penjahat,” kata Romy dalam video tersebut.

Menurutnya, situasi itu bisa terjadi karena sistem politik di Indonesia sekarang ini berbiaya tinggi. Maka banyak pejabat yang melakukan hal hal yang melanggar peraturan per Undang Undangan sehingga ditangkap oleh KPK.

“Bayangkan, dari 514 Kabupaten dan kota plus 34 Provinsi sampai kini telah ada 204 Kepala Daerah yang berurusan dengan hukum. Baik dengan KPK maupun dengan Kejaksaan Agung,” ucap Romahurmuziy.

Namun ironisnya, tiga bulan setelah berbicara di video itu, Romahurmuziy ditangkap Tim KPK lewat Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Hotel Bumi Surabaya, Jumat (15/3/2019) terkait dugaan jual beli jabatan di Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *