Kreatif, isi waktu Senggang Istri Prajurit Lanal Semarang Belajar Ecoprint

Kreatif, isi waktu Senggang Istri Prajurit Lanal Semarang Belajar Ecoprint

Surabaya – (16/3) Untuk menumbuhkan kreatifitas dan mengisi waktu senggang, Ketua Cabang 4 Korcab V Daerah Jalasenastri Armada II, Ny. Heni Heri Triwibowo mengajak istri prajurit Pangkalan TNI AL (Lanal) Semarang, Lantamal V, Koarmada ll belajar Ecoprint, Sabtu (16/3).

Ecoprint adalah teknik cetak alami dan unik, memberi pola pada bahan atau kain menggunakan bahan alami yang ada di sekitar rumah masing-masing. Para istri dan Pengurus Cabang 4 bersama-sama belajar dan praktek ecoprint yang unik ini di Gedung Mandalika Mako Lanal Semarang, Jawa Tengah.

Sebelum pelaksanaan praktek ecoprint, terlebih dahulu Ketua Cabang 4 menjelaskan apa itu ecoprint, dilanjutkan dengan penjelasan tentang teknik pembuatan dari mulai menyiapkan bahan-bahannya, antara lain kain, berbagai jenis daun-daun, bunga yang akan dipakai untuk pewarnaan dan motif dari kain yang akan dihasilkan.

Menurut istri Danlanal Semarang Kolonel Laut (P) Heri Triwibowo ini, ecoprin dengan menggunakan unsur-unsur alami ini tidak akan mengakibatkan kerusakan bumi. Teknik alami ini membutuhkan waktu yang lama, tapi disinilah letak keindahannya.

“Proses pewarnaan alami membuat kita belajar untuk menghargai alam yang telah memberikan kehidupan,” terangnya.

Ecoprint lanjut Heny, disebut unik karena tidak bisa diulang. Bahan pewarna (daun atau bunga) yang digunakan tidak sama, bahan pewarna yang digunakan di satu tempat dan di tempat lain akan berbeda.

Bahkan dua sisi daun yang digunakan pun tidak bisa sama. Ecoprint merupakan teknik cetak yang menggunakan pewarna alami. Teknik sederhana yang tidak melibatkan mesin atau cairan kimia.

Teknik ini diaplikasilan pada bahan berserat alami seperti kain kanvas atau katun yang mampu menyerap warna dengan baik.

Pencetakan yang ramah lingkungan ini dilakukan dengan menyerap pigmen dari tumbuhan untuk membuat warna yang menarik. Pewarnaan ini dilakukan dengan menimbulkan warna tertentu pada serat selulosa (kapas, linen) atau protein (sutra, wol) tanpa mewarnai benang secara merata.

Dalam pertemuan itu, Ketua Cabang 4 memberikan kesempatan kepada seluruh ibu-ibu peserta untuk bertanya tentang apa yang belum dipahami mengenai materi yang telah disampaikannya tadi.

Usai sesi tanya jawab, dilanjutkan dengan praktek ecoprint, tampak pengurus Jalasenastri Cabang 4 dan peserta lainnya sangat bersemangat dan antusias menuangkan ide dan gagasan dalam kain ecoprint.

“Dari kegiatan ini diharapkan, kreatifitas tumbuh, dan bila di tekuni, hal ini bisa menjadi sarana positif untuk menambah ekonomi keluarga prajurit,” harapnya.(TH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *