Koalisi Elemen Bela (KEB) NKRI Tegaskan Tidak Pernah Mencabut BAP Kasus Ahmad Dani Di Pengadilan Negeri Surabaya

Koalisi Elemen Bela (KEB) NKRI Tegaskan Tidak Pernah Mencabut BAP Kasus Ahmad Dani Di Pengadilan Negeri Surabaya

Surabaya – Koalisi Elemen Bela (KEB) NKRI Menegaskan dan Menyatakan bahwa Kami Tidak Pernah Mencabut BAP Kasus Ahmad Dani Di Pengadilan Negeri Surabaya,(9/3).Siang.

Edi Firmanto Korlap KEB mengatakan KOALISI ELEMEN BELA (KEB) NKRI mencermati segala hal terkait jalannya persidangan ke 6, Selasa 5 Maret 2019 di Pengadilan Negeri Surabaya, termasuk upaya Pengacara AD melakukan beragam strategi melemahkan konsistensi para Saksi, baik dengan pertanyaan-pertanyaan yang tidak substansial dan tidak ada di Berita Acara Pemeriksaan (BAP) maupun lontaran pernyataan yang bersifat menekan ke Saksi-saksi di persidangan.

Kendati demikian, kami dari KOALISI ELEMEN BELA NKRI merasa perlu dan penting melakukan bantahan melalui Mass Media, baik cetak maupun elektronik terkait proses Persidangan yang sempat di muat oleh Media baik Lokal maupun Nasional dalam rangka Objektifitas dan nilai kebenaran dari persoalan yang sementara berjalan.

Bahwa sejak KEB NKRI melaporkan Ahmad Dani ke Polda Jatim terkait Ujaran Kebencian dengan perkataan IDIOT kepada kami di Depan Hotel Majapahit, kami sangat yakin Penyidik dapat mengumpulkan ALAT BUKTI sehingga persoalan ini dapat disidangkan (P21) dan menjadi pembelajaran agar EFEK JERA dapat tercipta bagi pelaku-pelaku Ujaran Kebencian.

“Sejak Kasus ini mulai disidangkan hingga masuk persidangan ke Enam, Ahmad Dani beserta pengacaranya dengan gencar memanfaatkan ruang publik melalui Media yang ada sebagai taktik untuk melemahkan proses yang telah dilakukan oleh Kepolisian dan Jaksa Penuntut,Umum seolah-olah Kasus ini sarat dengan kepentingan Politik, padahal itu tidak benar. Justru kami dari KEB NKRI mengapresiasi apa yang telah dilakukan Kepolisian Jawa Timur dan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dalam rangka penegakan SUPREMASI HUKUM.

Kami dari Koalisi Elemen Bela NKRI terus mencermati proses persidangan yang terjadi termasuk pemberitaan di Media, baik cetak maupun elektronik, yang menurut kami TERSANGKA Ahmad Dani, terlalu mengedepankan opini ketimbang fakta hukum, seperti halnya pemberitaan di Media bahwa Para Saksi Mencabut BAP, sekaligus mementahkan Vlog Idiot yang menjadi Barang Bukti di Persidangan.

Padahal Para Saksi tidak pernah MENCABUT BAP tapi ada Saksi yaitu Bapak Suhadak yang meluruskan sekaligus mensinkronkan Bukti Vlog IDIOT dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP), BUKAN MENCABUT.ucapnya.

Bahwa persidangan Kasus Ujaran Kebencian oleh Ahmad Dani telah berjalan sesuai dengan hati nurani publik dan benar-benar murni kasus Hukum tanpa terseret apalagi diseret masuk ke ranah politik seperti yang sering digembar-gemborkan oleh Tersangka Ahmad Dani.

Bahwa segala jurus dan upaya Pengacara AD membela klien mereka adalah hak yang harus dilakukan tapi kami sebagai Pelapor juga punya Hak mempertahankan apa yang telah kami paparkan di BAP pada saat di sidik oleh Polda Jawa Timur dan kami sangat menghargai yang mereka takukan dalam rangka profesinalitas sebagai Penyidik, begitu halnya yang telah dilakukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang konsitens agar persidangan ini berjalan lancar dan benar tanpa adanya intervensi dalam rangka penegakan supremasi hukum.

ini bukan bagian dari upaya KEB NKRI melakukan lntervensi Hukum apalagi berupaya mengganggu jalannya proses hukum di persidangan tapi ini bagian dan tanggung jawab Warga Negara Yang Taat Hukum agar proses yang berjalan dapat kaml kawal sampal persoalan lnl tuntas dan tersangka Ujaran Kebencian yakni Ahmad Dani dapat di hukum seberat beratnya, dengan harapan para Pelaku Ujaran Kebencian lainnya berdasarkan UU ITE juga dapat menghadapi resiko hukum yang setimpal dengan perbuatannya.(TH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *