Kantor Desa Watu Tulis, Prambon Diserbu Ratusan Warga Pemohon Sertifikat Tanah

Bagikan Berita Ini:

Lensanasional.co.id – Warsono terlihat sibuk meneliti berkas demi berkas yang disodorkan warga Watu Tulis saat awak media online Lensanasional.co.id berkunjung pada Rabu (6/3/2019). Sesekali Pak Kades Watu Tulis itu menerangkan kepada si empunya berkas tentang status tanah dan keberadaan ahli waris.

Kesibukan tersebut terjadi di ruangan kantor desa ketika ratusan warga berbondong bondong mengajukan berkas tanah miliknya guna mendapatkan sertifikat.

Hal demikian merupakan dampak dari sosialisasi Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang digelontorkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sidoarjo menindak lanjuti program sertifikasi tanah di era pemerintahan Jokowi ini.

“Sebagai ujung tombak paling depan dari pemerintah yang berhadapan langsung dengan masyarakat, dalam kondisi seperti ini saya beserta jajaran perangkat desa tentu harus dituntut untuk bekerja keras penuh kecermatan melayani permohonan warga. Ketelitian memeriksa status dan ahli waris tanah sangat diutamakan agar jangan sampai menimbulkan masalah dikemudian hari nanti,” terang Warsono.

Ketika ditanya tentang kendala, Warsono menerangkan bahwa hal tersebut tidak ada sama sekali. “Seluruh berkas tentang status dan ahli waris telah diajukan warga pemohon. Hanya saja, ada beberapa hal yang menuntut kami untuk mencocokkan data berkas tersebut dengan buku arsip tanah desa misalnya letter C yang tentu saja memakan waktu,”terang Pak Kades Watu Tulis ini.

Di masa kepemimpinannya, Desa Watu Tulis memperoleh jatah kuota 830 bidang tanah dalam program PTSL yang digeber oleh Pemkab Sidoarjo melalui BPN. Sebagaimana diketahui, Sidoarjo kali ini mendapatkan alokasi sebanyak 60.000 bidang tanah atau hampir dua kali lipat dibanding tahun 2017 yang hanya 17.000 bidang.

Disisi lain, Sulami (37) warga Dusun Sekelor menyambut gembira program pemerintah tersebut. “Saya yang memiliki tanah seluas 3 tancep merasa senang dan dimudahkan dengan program PTSL ini. Mudah dan tak banyak makan biaya ataupun waktu. Hanya memang harus bersabar mengurusnya di kantor desa karena banyak yang mengantri,” ujarnya. (git)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *