Pujiono Sutikno Meminta Dibongkar Mengenai Pemalsuan Kwitansi Jual Beli Tanah Palsu

Pujiono Sutikno Meminta Dibongkar Mengenai Pemalsuan Kwitansi Jual Beli Tanah Palsu

Surabaya – Tidak terima dijadikan tersangka kasus pemalsuan kwitansi, Hj Sujiati alias Asipah, mempraperadilkan Polda Jatim. Alasannya, beberapa alat bukti yang sudah labfor, tidak menentukan palsu atau tidak palsunya sebuah alat bukti.

“Didalam bunyinya hasil labfor itu tidak menyimpulkan asli atau tidak asli palsu atau tidak palsu hanya menyimpulkan bahwa tandatangan karangan atau non identik, padahal itu harus dibuktikan dulu siapa pelakunya.” kata Hidayat, kuasa hukum Asipah, Senin (4/3/2019).

Hidayat menyebut, bahwa kliennya Asipah dalam keterangan kwitansi itu berposisi sebagai pihak pembeli tanah yang disengketakan. “Asipah hanya pembeli,” akunya, didengar Hakim Tunggal Yan Manopo.

Menanggapi hal tersebut, Bidang Hukum (Bidkum) Polda Jatim melalui AKBP Sugiharto menyatakan, penetapan tersangka Asipah sudah sah dan sesuai prosedur. “Dan kita tegaskan bahwa penetapan tersangka sudah sah dan berdasarkan minimal dua alat bukti,” paparnya.

Saya (Pujiono Sutikno) ingin persoalan saya ini terbongkar semua, dengan antek-anteknya semua, kalau saya salah saya siap di hukum, jangan ragu-ragu saya bersedia, kalau saya malsu di hukum, jadi tanah saya di ambil semua tidak masalah.

Saya bukan cari menang atau kalah. Negara kita ini sudah berbuat baik untuk persoalan surat, jangan dibalik-balik kata. Orang kita ini pintar-pintar, saya minta ketegakan hukum ini harus benar-benar diluruskan, saya tidak cari menang atau kalah, tapi kalau saya salah dihukum.

Persoalannya Asifa mengenai tanah tidak ada sentuhan sama saya, dia memakai Persil 473 dan 402 namanya orang lain, Persil juga nama orang lain, tidak ada di buku kelurahan, contoh kalau punya mobil tidak ada STNK yang sesuai dengan di kepolisian apa bisa. Jadi saya minta ini memang sudah di tentukan statusnya tersangka dari polisi Asifa sekarang mengajukan Pra peradilan. Apalagi yang mau di pra kalau polisi sudah menentukan tersangka dengan dalil-dalil mungkin nebis tetek bengek.

Ini data dari Lurah menyatakan Asifa tidak ada tercatat, tercatat di kelurahan atas nama Inggrinawati, sama Sutrisno. Asifa ngomongnya beli dari Abdulrahman tapi tulisan disini dari Munawar, jadi di bolak balik itu palsu semua.

Aslinya dia (Asifa) tidak punya tanah, dan tidak ada kaitan sama saya.

Jadi demi tegaknya hukum saya minta ini dibongkar. Mengenai pemalsuan kwitansi palsu. Jadi Asifa ini tidak punya surat tanah apa-apa, hanya punya kwitansi yang palsu.

Kalau dia mau gugat perdata ya gugat dari penjual tanah, jangan gugat saya. Pujiono Sutikno pelapor.(TH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *