Ada Kisah Mistis Dibalik Bencana Puting Beliung Kecamatan Prambon Sidoarjo

Bagikan Berita Ini:

Lensanasional.co.id – Saiful (50th) tak menyangka pada siang bermandikan hujan itu akan datang musibah tak terduga. Hampir separuh rumahnya hancur disapu angin puting beliung Senin siang (18/2/19).

Bagian teras rumah hingga kamar tamu rusak berat karena atap genteng tersapu angin. Lebih parah lagi, sisi tengah roboh akibat tertimpa pohon beringin sebelah rumah yang roboh. Praktis rumah karyawan PT Pakerin itu seolah terbagi menjadi dua.

“Saat kejadian terjadi, saya tengah sholat Dhuhur dikamar belakang persis sebelah kamar yang tertimpa beringin. Waktu itu saya sempat berpikir bahwa mungkin inilah ajal saya. Karena, dari jendela dapat terlihat bagaimana detik detik beringin itu jatuh menimpa rumah saya,” ujar Saiful.

Beruntung saat kejadian, istri dan kedua anaknya sedang berada dirumah tetangga. Hanya si bungsu yang mengalami luka bocor dikepala terkena pecahan genteng.

“Saya batalkan sholat lalu bergegas kedepan mencari istri anak saya. Begitu melihat kepala anak bungsu saya berdarah langsung saya bopong keluar rumah,” terang Saiful.

Namun ada kejadian ganjil berbau mistis dalam peristiwa tersebut. Sehari sebelumnya, Saiful sempat minta ijin kepada punden desa Mbah Jiah yang makamnya persis disebelah rumah disamping pohon beringin yang roboh itu.

Pada ritual tersebut, Saiful mohon ijin untuk membersihkan pepohonan diarea makam punden agar terlihat bersih (padang).

Konon keinginan Saiful mendapat jawaban. Apabila pepohonan itu ditebangi, si Mbah tidak keberatan namun harus siap dengan resikonya. Jawaban gaib itu ternyata berupa tumbangnya pohon beringin tua disebelah rumah Saiful yang membelah bagian tengah rumahnya.

Benar tidaknya, wallahualam bisawwab. Yang pasti Saiful kini hanya bisa pasrah menerima kenyataan rumah yang ditinggali bersama istri dan ketiga anaknya sebagian besar telah hancur.

“Saat ini saya sementara ngungsi ke rumah saudara. Saya hanya mengharap uluran tangan dari Pemkab Sidoarjo untuk membantu memperbaiki kondisi tempat tinggal saya ini,” tuturnya.

Sementara itu, acungan jempol layak ditujukan kepada Kades Wirobiting, Supriyanto. Begitu mendengar musibah puting beliung menimpa desanya, Pak Kades dibantu warga langsung melakukan upaya pemotongan beringin saat itu juga dengan naik ke pohon tersebut.

“Sudah semestinya begitu sebagai pimpinan desa. Namun bukan di Pak Saiful saja, kami bersama warga bahu membahu membantu rumah warga lain yang juga terkena puting beliung di Wirobiting ini. Tercatat ada 20 rumah rusak. Sementara ini kami bisa bantu material seadanya dan sedang menanti bantuan dari kabupaten yang sangat kami harapkan,”ucap Supriyanto. (git)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *