Ketua Aliansi Masyarakat Anti Korupsi (AMAK): “Kematian dr Bagoes Terpidana Korupsi Dana P2SEM Tidak Wajar”.

Bagikan Berita Ini:

Surabaya – dr Bagoes Suryo Soeldikusumo, terpidana korupsi dana hibah P2SEM jilid 2 diketahui meninggal di Lapas Porong sekitar pukul 06.10 WIB dikamar nomor 4 blok G wing 1. Almarhum adalah terpidana dalam kasus dana hibah P2SEM yang ditangkap di Malaysia, Desember 2017 setelah buron sejak ditetapkan menjadi tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Jatim pada 2010 silam.

Dana hibah P2SEM adalah dana bantuan dari Pemprov Jatim untuk Kelompok Masyarakat (Pokmas) senilai Rp 200 milyar lebih pada 2008 lalu.

Sebagaimana diketahui, ratusan Pokmas di seluruh Jatim telah menerimanya atas rekomendasi dari anggota DPRD Jatim waktu itu. Sementara terpidana paling kakap dalam kasus tersebut adalah almarhum Fathorrosjid, Ketua DPRD Jatim saat itu.

Ponang Adji Handoko, Ketua Aliansi Masyarakat Anti Korupsi (AMAK) dalam keterangannya menduga kematian dr Bagoes tidak wajar. “Harus diketahui penyebabnya berikut hasil otopsinya nanti harus dipublikasikan ke publik. Mengingat almarhum adalah saksi kunci di penyidikan yang sedang diusut Kejati Jatim,” tutur Ponang, Kamis (20/12/2018).

Menurut aktivis anti korupsi ini, kematian dr Bagoes bukan alasan Kejati Jatim untuk menghentikan penyidikan kasus korupsi dana P2SEM tersebut.

“Keyakinan saya penyidikan harus tetap dilanjutkan. Mengingat almarhum adalah Justice Collaborator yang telah memberikan keterangan dibawah sumpah didepan penyidik. Artinya, kualitas keterangan almarhum sebagai saksi, sah secara hukum. Kasus P2SEM ini harus terus dijalankan sesuai dengan kemauan baik dari pihak penyidik di Kejati Jatim,” terang Ponang.

Kasus tersebut dinilai publik belum tuntas. Banyak pihak yang terlibat belum tersentuh hukum. Almarhum dianggap sebagai saksi kunci. Pihak Kejaksaan pun tak menampik bahwa beberapa nama muncul dari pengakuan almarhum. Namun hingga kini belum ada tersangka baru. (Hans/git/red).

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *