Ratusan Warga Asembagus Gruduk Apartemen Gunawangsa Tidar Surabaya

Ratusan Warga Asembagus Gruduk Apartemen Gunawangsa Tidar Surabaya

Surabaya – ratusan komunitas perjuangan korban (warga terdampak) pembangunan apartemen gunawangsa tidar surabaya menuntut PT Warna -warni menyelesaikan,semua permasalahan terkait pembangunan apartemen gunawangsa tidar surabaya.

Imam safii sebagai korlap mengatakan kepada PT Warna -warni meminta segera diselesaikan, semua permasalahan terkait pembagunan Apartemen Gunawangsa Tidar, karena tempat tinggal kami banyak mengalami keretakan, dan perangkat elektronik kami juga rusak, akibat aktivitas CT Crane tower yang beroperasi 24 jam penuh.terhitung dari tahun 2015 hingga sekarang.

Berikan Ganti Untung atas penggusuran rumah warga kami,dan terkait masalah manipulasi data pemalsuan tanda tangan warga tergusur harus segera di selesaikan secara hukum sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Berikan semua hak-hak kami terkait derita gangguan yang kami alami, antara lain kebisingan, ketidakyamanan dalam istirahat kami, debu semen yang bertebaran di lingkunga kami, dll selama proses pembangunan apartemen Gunawangsa tidar 350 surabaya.

Indonesia adalah negara hukum, negara yang merdeka. Negara menjamin hak hak warganya sesuai Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945.

Sebagai bentuk kemerdekaan yang di rasakan oleh bangsanya. Akan tetapi dalam

praktek bemergara saat ini. Aparatur terkesan banyak yang melanggar amanat UUD 1945 tersebut. Utamanya menurut kami adalah Pemerintah Kota Surabaya. Dalam hal ini yang kami rasakan adalah terhadap perlindungan Warga Asembagus dan sekitarnya yang merupakan warga di sekitar Iahan pembangunan Apartement Gunawangsa Tidar. Juga menjadi tendampak AMDAL yang di sebabkan adanya pembangunan tersebut.

Kaidah tentang Iingkungan sudah tergadaikan dengan mengindahkan Hak Azazi Manusia dalam UUD 1945 yang telah di jamin sebagai wujud negara yang merdeka.

Anehnya, Pemerintah Kota Surabaya terkesan tutup mata dengan kejadian tersebut. Cara-care keji dalam’ sistem kapitaIisme yang dilakukan oleh pengembang Apartement Gunawangsa Tidar terus di lakukan oleh pengembang. Adu domba dan kriminaIisasi teIah dilakukan terhadap kehIdupan warga Asembagus di sekitar

Apartement Gunawangsa tidar. Ini merupakan cambuk terpedas temadap kelangsungan warga Asem bagus sebagai bangsa Indonesia dan juga terhadap masa depan Bangsa Indonesia secara keseluruhan.

Pihak gunawangsa juga tidak mau di temui sama rekan-rekan media sampai berita diturunkan.(TH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *