Salut! Disini, Pemdes Bersama Lembaga, Ormas dan OKP Desa Bersatu Galang Bantuan Korban Bencana Palu

Salut! Disini, Pemdes Bersama Lembaga, Ormas dan OKP Desa Bersatu Galang Bantuan Korban Bencana Palu

Sidoarjo – Langkah yang ditempuh oleh jajaran Pemerintah Desa Sedengan Mijen Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo ini sudah selayaknya ditiru oleh desa lain. Betapa tidak. Tanpa gembar gembor, tanpa retorika segenap unsur desa seperti Ormas, OKP, lembaga desa bersama pemerintah desa melakukan aksi mulia. Menggalang bantuan untuk korban bencana di Palu, Sulteng.

Bantuan berupa pakaian bekas layak pakai hingga uang hasil donasi warga terkumpul. Siap dikirim ke Palu. Menariknya, uang donasi sebesar Rp 27 juta lebih yang terkumpul itu sebagian besar hasil penarikan Remaja Karang Taruna yang dilakukan di jalan raya kepada para pengguna jalan.

“Benar. Selain hasil sumbangan donatur warga sendiri. Uang yang terkumpul tersebut didapat dari aksi sosial pemuda desa yang dilakukan di pinggir jalan raya desa ini,” ujar Hasanuddin, Kepala Desa Sedengan Mijen kepada Lensanasional.co.id (17/10/2018).

Menurut Hasanuddin, aksi sosial tersebut murni dilakukan untuk membantu korban gempa, tsunami dan likuifasi di Palu sekitarnya. Setelah melihat dari berbagai tayangan dan berita betapa dahsyat bencana tersebut.

“Semuanya atas prakarsa pemerintah desa. Sebab, jika seluruh unsur desa seperti Ormas, OKP, Lembaga Desa dan RT/RW di desa ini bergerak sendiri sendiri tanpa koordinasi hasilnya tentu tidak semaksimal yang diharapkan,” tutur Hasanuddin.

Seperti diketahui, Sedengan Mijen sendiri termasuk dengan sejumlah ormas kepemudaan aktif semisal, Banser, IPPNU, Pemuda Karang Taruna dan sebagainya. Kebetulan Hasanuddin sendiri juga termasuk anggota Banser Kabupaten Sidoarjo.

“Mengingat kondisi tersebut, kami tergerak untuk menghandle semua keinginan warga dan ormas di desa ini yang jauh jauh hari di awal musibah bencana Palu telah tergerak untuk ikut membantu. Selain itu, pemrakarsaan ini agar semua hasil yang diperoleh baik pakaian maupun uang bisa terdata dan dipertanggung jawabkan secara terbuka nantinya,” jelas Hasanuddin.

Namun tentang uang sebesar Rp 27 juta tersebut dijelaskan oleh Hasanuddin bahwa sesuai kondisi terkini di Palu, uang itu akan dipakai untuk membeli kebutuhan yang sangat mendesak saat ini di Palu yakni, susu, dot dan pampers untuk balita.

“Sebab disana, sesuai info yang kami dapat, soal mie, beras telah tercukupi. Hanya kebutuhan untuk bayi dan balita yang masih kurang,”jelasnya.

Sedianya seluruh bantuan hasil aksi sosial masyarakat Sedengan Mijen tersebut akan dikirim melalui Lembaga Amal Zakat Infaq dan Sodaqoh NU (LAZISNU) Kabupaten Sidoarjo. Lembaga sosial milik NU yang siap menampung dan mengirimkan sumbangan bantuan dari warga Sidoarjo ke Palu, Sulteng. (git)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *