Yarsis Sumbang Korban Gempa Lombok Melalui PWNU Jatim

Bagikan Berita Ini:

Surabaya- Yayasan Rumah Sakit Islam (Yarsis) yang membawahi empat unit usaha masing-masing Universitas NU Surabaya (Unusa), Rumah Sakit Islam A. Yani Surabaya, Rumah Sakit Islam Jemursari Surabaya, dan Rumah Sakit Islam, Nyi Ageng Pinatih, Gresik, ikut menghimpun sumbangan untuk korban bencana Lombok, di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Bantuan sebesar Rp 235.000.000 tersebut disampaikan secara simbolik oleh Ketua Yarsis, Prof Mohammad Nuh, dan diterima secara langsung oleh Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim, KH. Marzuki Mustamar, di Kantor PWNU Jatim, Surabaya, Kamis (16/8) siang.

Hadir pula Ketua Unusa Peduli, Moh. Ghofirin. M.Pd., dan jajaran pengurus Yarsis.

Dikatakan Mohammad Nuh, penyerahan bantuan dari Yarsis kepada PWNU yang diperuntukkan bagi korban bencana gempa bumi di Lombok dihimpun dari warga yayasan di empat unit Yarsis yang dikelola oleh unit pengelola zakat.

“Kami mempercayakan penyaluran bantuan ini melalui PWNU Jatim, karena PWNU memiliki jejaring dan sumber daya manusia yang lengkap di lokasi gempa,” katanya.

Yarsis sendiri, selain memberikan dalam bentuk uang juga telah mengirimkan tenaga kesehatan atau dokter dan perawat ke lokasi untuk menangani tanggap darurat.

“Kami akan terus memaksimalkan bantuan tenaga medis melalui unit yang ada di Yarsis, seperti Unusa dengan mengirim dosen dan mahasiswanya dan RSI untuk dokter,” katanya.

Nuh berharap, bantuan yang diberikan yayasannya itu dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak di lokasi bencana.

Sementara Ketua Unusa Peduli, Moh. Ghofirin. M.Pd., mengungkapkan, sebelum penyerahan bantuan ini, Unusa sudah terlebih memberangkatkan relawan dan tim pioner untuk mengidentifikasi kebutuhan di lokasi bencana.

Tim pioner Unusa Peduli yang ditunjuk oleh PWNU Jatim bertugas memetakan lokasi bencana, khususnya di bidang kesehatan. Sedangkan tim relawan Unusa yang berangkat ke lokasi Bencana Gempa Lombok NTB merupakan mahasiswa Unusa yang tergabung dalam komunitas Mahasiswa Siaga Bencana (Magana) yang berafiliasi ke Sosial Emergency Respons Nahdlatul Ulama (SERNU) PWNU Jatim.

“Kami mengapresiasi atas keberanian mahasiswa Unusa yang tergabung di Magana Unusa, mereka telah ikut berkontribusi dalam penanganan bencana gempa Lombok. Dirinya juga berterima kasih kepada seluruh donatur yang telah memberikan bantuan korban gempa lombok,” ungkap pria yang sekaligus menjadi Koordinator Tim Kesehatan Relawan Kemanusiaan PWNU Jatim ini.

Alasan Yarsis menyerahkan donasinya melalui PWNU Jatim, karena penyaluran bantuan yang telah dihimpun oleh PWNU Jatim langsung kesasaran, kepada korban terdampak bencana gempa Lombok.

Ghofirin mengatakan, posko yang telah dibangun oleh PWNU Jatim di lokasi bencana berada di Jl.Pendidikan, di kantor PWNU NTB dan Universitas NU NTB.

“Kami juga menerima bantuan dalam bentuk air kemasan dari Yayasan Sahabat Multi Bintang sebanyak 4.000 kardus berisi air kemasan 1.500 ml yang langsung dikirim ke Posko di NTB,” katanya.

Kiriman dari Yayasan Sahabat Multi Bintang merupakan bagian dari Program Kemanusiaan #BintangBeramaLombok. Aksi kemanusiaan ini merupakan bagian dari komitmen yayasan dalam konteks tanggap bencana di Indonesia,” katanya.

Sementara Ketua Yayasan Sahabat Multi Bintang, Bambang Britono mengatakan, inisiatif donasi yang ia lakukan adalah sebagai bagian dari upaya Multi Bintang untuk membantu penyediaan air minum dalam konteks tanggap darurat bencana di Indonesia seperti yang pernah juga dilakukan pada pengungsi letusan Gunung Agung,” katanya.

Dikatakannya, Yayasan Sahabat Multi Bintang focus pada tiga pilar yaitu teknologi pangan, sosial-lingkungan, dan kewirausahaan.

“Saat ini kami juga melakukan penggalangan dana bagi korban gempa, tapi untuk tanggap darurat kami segerakan pengiriman bantuan air minum bagi para pengungsi,” katanya.

Dikatakan Ghofirin, focus bantuan dari PWNU Jatim berada tiga kabupaten masing-masing Kab. Lombok Utara, Kab. Lombok Barat dan Kab. Lombok Utara, serta di Kota Mataram. Tiga kabupaten itu merupakan lokasi bencana yang paling parah terdampak gempa.

“Kami turun di enam belas desa di sebelas kecamatan, di lokasi terdampak gempa dan tempat-tempat pengungsian,” katanya.

Secara legkap wilayah yang dijangkau bantuan PWNU Jatim bersama PWNU NTB berada di Dusun Lekok, Desa gondang, Kec. Gangga; Dusun Jeruju, Desa Mumbul Sari; Dusun Teluk Nare, Desa. Malaka, Kec. Pemenang;Dusun Terengan Lauq, Desa Pemenang, Kec. Pemenang; Dusun Monggal, Desa Genggelang, Kec. Gangga, Kab. Lombok Utara; Dusun Montong Tangar, Desa Batukumbung, Kec. Lingsar; Desa Lingsar, Kec. Lingsar; Desa Batu Layar, Kec. Baru Layar; Desa Sentong, Kec. Kayangan; Desa Selat, Kec. Narmada; Desa Tegal, Kec. Lingsar; Desa Langko, Kec. Lingsar; Desa Teniga, Kec. Tanjung, Kab. Lombok Barat; Dusun Medas, Desa Obel-obel, Kec. Sambelia;Dusun Bawaknao, Desa Sajang, Kec. Sembalun, Kab. Lombok Timurdan Desa Karang Puluh, Kec. Cakra Negara, Kota Mataram.(TH/Anggi)

You may also like...

2 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *