Ditjen AHU Kembali Meningkatkan Pengelolaan Sidik Jari

Ditjen AHU Kembali Meningkatkan Pengelolaan Sidik Jari

TANGERANG – Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU) kembali meningkatkan pengelolaan perumusan sidik jari. Melalui daktiloskopi yang menjadi salah satu Ilmu sidik jari yang perlu dijaga eksistensinya.

” Sidik jari merupakan ciri tetap yang terdapat dalam setiap orang. Karenanya, sidik jari dianggap menjadi sumber terpercaya yang digunakan dalam penyelidikan” kata Sesditjen AHU Danan Purnomo, Saat membuka pelatihan pengelolaan sidik jari, di Hotel Horison Grand Serpong ,Tangerang.Selasa (17/7/18).

Danan juga menambahkan bahwa daktiloskopi ini merupakan ilmu yang sulit dipahami oleh kebanyakan orang sehingga diperlukan SDM yang ahli.
” Pelatihan ini merupakan pengkaderan kembali calon-calon ahli perumus sidik jari yang dibutuhkan oleh Ditjen AHU kedepan ” tambahnya.

Dia berharap daktiloskopi menjadi sebuah bagian dari unit kerja Ditjen AHU yang melahirkan Ilmu pengelolaan sidik jari untuk memenuhi kebutuhan lembaga dan intansi lain.

“kami berharap daktiloskopi dapat dikembangkan terus sehingga daktiloskopi diharapkan menjadi ilmu pengetahuan dan sebuah kurikulum bagi tugas tertentu” tambahnya.lebih jauh Danan berharap daktiloskopi tidak menjadi subdit yang mati suri, karena daktiloskopi mempunyai sinergitas terhadap lembaga dan intansi lainnya.

” lembaga lain juga memerlukan daktiloskopi seperti Dulcapil, Kepolisian dan lembaga lainnya ” tutupnya Sementara itu Kepala bagian kepegawaian Ditjen AHU Nur Hikmah mengatakan pelatihan pengelolaan perumusan sidik jari ini merupakan upaya meningtkan kualitas dalam bidang dastiloskopi yang merupakan bagian dari unit ditjen AHU.

” Daktiloskopi sudah berkontribusi besar terhadap perkara sidik jari dan sudah membantu kebutuhan perumusan lembaga lain” tambahnya.
Bukori, peserta pelatihan juga mengatakan pentingnya dastiloskopi bagi beberapa kasus dan studi tentang sidik jari menjadi menarik untuk dipelajari.

” Ilmu daktiloskopi ini memang langka dan kurang diminati sebagai pilihan dalam profesi”ucapnya
Dia juga menyatakan bahwa pelatihan ini adalah cara mengkaderisasi calon ahli perumusan.

” ini adalah pengkaderan kembali ahli pengelolaan perumusan sidik jari yang semakin lama berkurang” tutupnya.(TH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *