Lembaga Survei Surabaya Survei Center (SSC) Kembali Merilis Temuan Terbarunya dengan Tema ‘Pilgub Jatim

Surabaya – Dua tokoh ini Gus Ipul dan Khofifah sedang menjadi topik terkait majunya dalam kancah percaturan pilbup Jatim. Media selalu mencari selah untuk mewawancara, demikian pun masyarakat. Nah, siapakah yang lebih populer? Popularitas di era internet bisa dilihat dari pemberitaan di media online terbanyak siapakah yang dianggap seksi untuk diliput. Popularitas juga bisa diketahui dari kecenderungan masyarakat dalam mengidolakan tokoh yang dimaksud terlepas dari pemberitaan media. Dikutip dari jawapos.com tentang hasil survei kedua tokoh pilgub Jatim ini.

Lembaga Survei Surabaya Survei Center (SSC) kembali merilis temuan terbarunya dengan tema ‘Pilgub Jatim: Pertarungan Dua Gajah’ di sebuah hotel di Surabaya, Rabu, (13/12).

Survei yang digelar di 38 Kabupaten/Kota di Jatim pada kurun waktu 25 November-8 Desember 2017 ini menunjukkan popularitas Khofifah Indar Parawansa bersaing ketat dengan rivalnya Saifullah Yusuf (Gus Ipul).

Khofifah dengan popularitas 96.8 persen ditempel ketat Gus Ipul sebesar 94 persen. Di urutan selanjutnya muncul nama Anang Hermansyah dengan 77.3 persen, diikuti Abdullah Azwar Anas yang memperoleh 75.1 persen dan Mahfud MD di posisi 69 persen, Emil Elistianto Dardak dengan perolehan 66.6 persen. Sementara La Nyalla Mattalitti memperoleh 65.7 persen.

Dari sisi akseptabilitas, Khofifah kembali memimpin dengan perolehan sebesar 81.2 persen, sementara Gus Ipul memperoleh 80.9 persen. Anang Hermansyah kembali menduduki posisi semula dengan persentase 35.6 persen, disusul Azwar Anas dengan 60.9 persen, sedangkan Mahfud MD mengantongi 65.6 persen, Emil Dardak memperoleh 59.6 persen, La Nyalla 34.3 persen.

Edy Marzuki, selaku Direktur Riset SSC membenarkan telah terjadi persaingan cukup sengit antara Khofifah dan Gus Ipul. Menurutnya, tren Gus Ipul sudah menunjukkan angka peningkatan yang cukup signifikan.
 
“Kalau survei sebelumnya cukup jauh selisihnya, sekarang sudah menipis. Itu artinya Gus Ipul menunjukkan tren meningkat,” ujar Edy di sela acara.

Sementara itu, Viktor Tobing, selaku Peneliti Senior SSC mengatakan, tingginya popularitas dan akseptabilitas seorang calon sangat mendukung untuk meraih kemenangan jika bisa dimanfaatkan dengan baik.

“Popularitas positif yang mengerucut pada seseorang calon memang dapat menyedot perhatian masyarakat banyak. Tapi belum tentu masyarakat menjatuhkan pilihannya pada calon tersebut,” ujar Viktor.

Selian popularitas dan akseptabilitas, sambung Viktor, ada hal penting lain yang harus diperhatikan oleh para calon, yakni harus memahami karakter masyarakat Jatim yang secara kultur religiusitasnya cukup kental.

“Jadi, faktor lain yang menjadi penting adalah restu dari para panutan. Itu menjadi salah satu jati diri masyarakat Jatim. Semua itu akan menjadi satu kesatuan utuh dalam pertimbangan pemikiran masyarakat Jatim dalam menentukan pilihannya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, survei kali ini melibatkan 940 responden dengan teknik pencuplikan secara rambang berjenjang (Stratified Multistage Random Sampling) dengan Margin of Error +/- 3.2 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.(**)

Bagikan berita ini
26 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *