Kades Sedengan Mijen Ini Bertekad Jadikan Tempe Sebagai Produk Ikon Desa

Sidoarjo – Gagasan cemerlang yang dilakukan oleh M Hasanuddin, Kepala Desa (Kades) Sedengan Mijen, Kecamatan Krian ini sudah sepantasnya diacungi jempol. Berkat ide dan langkah nyata yang telah dilakukan, pelan tapi pasti desa Sedengan Mijen yang dulu sepi nyaris tak terdengar kini mulai dikenal sebagai desa dengan asset UKM potensial.

Salah satu industri rumahan yang kini tengah gencar dipromosikan oleh M Hasanuddin adalah pengolahan tempe. Satu jenis makanan khas rakyat Indonesia yang juga digemari di mancanegara seperti Jepang dan Suriname.

M Hasanuddin tidak main main. Kades Sedengan Mijen yang juga anggota Barisan Serba Guna (Banser) Sidoarjo ini mulai mengagendakan UKM tempe sebagai skala prioritas program kerjanya untuk dijadikan sebagai ikon produk khas desa.

Salah satu upaya keras tersebut dapat dilihat ketika acara ruwatan desa atau sedekah bumi pada Jumat (27/04/18) kemarin. Disitu ditampilkan tontonan spektakuler yakni tumpeng raksasa setinggi 11 meter lebih berbalutkan tempelan tempe hasil buatan warga desa Sedengan Mijen.

“Ya, saya memang telah lama berkeinginan menjadikan tempe buatan desa ini tampil mengemuka menjadi ciri khas atau ikon sebagaimana desa Kludan dan Wedoro dengan produk tas dan kulitnya serta Kemangsen dengan sentra pot nya,” ujar M Hasanuddin.

Menurutnya, ada sekitar 30 an lebih pengrajin tempe di Sedengan Mijen. Sebagian besar masih dikelola dengan cara tradisional.

“Untuk itulah, lewat acara ruwat desa sedekah bumi dengan tumpeng tempe itu saya berharap masyarakat Sidoarjo mengenal produk khas desa ini. Selain itu, perhatian dari dinas terkait juga sangat kami nantikan,” tandasnya.

Setali tiga uang. Antusiasme masyarakat desa Sedengan Mijen agar produk andalannya (tempe) terkenal luas bisa dilihat dari kegotong royongan mereka membuat tumpeng tempe raksasa dengan jumlah balutan tempe mencapai 1 ton lebih hasil sumbangan para pengrajin tempe desa ini.

“Selain itu menurut saya, prosesi acara ruwatan desa dan sedekah bumi sendiri dapat menjadi destinasi tujuan wisata di Kabupaten Sidoarjo bila dikelola dengan baik dan otomatis bisa membantu meningkatkan perekonomian desa,” pungkas M Hasanuddin. (git)

Bagikan berita ini
15 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *