Gerakan Mahasiswa Madura Desak DPRD Bangkalan Tolak Impor Garam

Madura – Kantor DPRD Bangkalan Jawa Timur kembali di padati aksi Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Madura (GMM), Jumat (23/2). 

Koordinator lapangan M. khoirul Huda dalam orasinya menegaskan bahwa kedatangan mereka ke kantor DPRD untuk mendesak agar DPRD Bangkalan menolak praktik impor garam yang dilakukan oleh perusahaan yang berdomisili di Pamekasan tersebut.

Aksi protes tersebut merupakan bentuk penolakan mahasiswa atas impor garam dari Australia yang dilakukan oleh PT Mitra Tunggal Swakarsa.

“Demi menjaga usaha petani garam Madura yang masih berjuang meningkatkan kesejahteraannya, maka permasalahan-permasalahan tersebut tidak dapat kita biarkan begitu saja,” tegas Huda.

Huda menyayangkan, Pemerintah seolah membiarkan praktik impor yang dilakukan oleh PT Mitra tersebut. Pasalnya, produksi dan ketersediaan garam di Madura masih sangat melimpah.

“Tahun 2017, produksi garam di Madura mencapai 436.929 ton. Selain itu, ketersediaan garam juga masih mencapai 600.000 ton,” tegasnya.

Selain itu, Huda juga meminta kepada DPRD untuk mengembalikan regulasi mengenai kewajiban perusahaan untuk membeli garam lokal petani untuk kebutuhan garam konsumsi.

“DPRD harus mengembalikan regulasi garam seperti semula, wajibkan perusahaan untuk membeli garam lokal,” pungkasnya.(*)

Bagikan berita ini
169 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *