GEMPAR Menggugat : “Usut Tuntas Mafia Garam di Madura”

Madura – Sumenep sebagai salah satu kabupaten pemasok garam terbesar di Jawa Timur, dan secara umum Madura hingga saat ini masih menjadi salah satu penyumbang Garam terbesar Nasional. Karena pada tahun 2017 produksi garam di Madura mencapai 436.929,95 MT.

Orator Aksi Gerakan Mahasiswa Ekstra Parlemen (GEMPAR) Basuki menjelaskan, Tahun ini, masih ada 60.000 MT garam Madura yang belum dapat disalurkan. Pencapaian produksi tersebut tentu tidak lepas dari kerja keras Dinas Kelautan dan Dinas Pertanian yang telah membina para Petani Garam untuk meningkatkan hasil dan mutu produksi garam, dengan berbagai programnya.
“Namun demikian, belum lama menikmati manisnya harga garam, masyarakat Madura telah diusik dengan datangnya garam impor dari berbagai Negara, salah satunya dari Australia yang digelontorkan oleh PT. Mitra Tunggal Swakarsa melalui Tanjung Perak dengan menggunakan kapal NORD TOKYO dan impor dari India dengan menggunakan Kapal ANSAC SESODA. Impor garam yang dilakukan oleh PT. Mitra Tunggal Swakarsa ini dimasukan ke Gudang PT. Garindo di Manyar Gresik,” ujarnya
“Parahnya lagi ternyata PT Garindo masih memiliki stock garam sebenyak 116.000 MT, dan mengemas garam industri menjadi garam konsumsi,” tegasnya
Dia menambahkan, Namun demikian hinggga saat ini kejadian tersebut belum mendapat tindakan hukum baik dari aparat atau pemerintah, justru yang terjadi malah sebaliknya, PT Garindo masih diberikan ijin impor garam melalui PT. Mitra tunggal swakarsa. Berdasarkan informassi yang berkembang ternyata Untuk mendapatkan ijin impor tersebut PT Garindo disinyalir telah memberikan suap terhadap Dirjen Perdagangan Luar Negeri yakni Bapak PARTOGI PANGARIBUNAN.

Persoalan garampun menjadi semakin pelik dan penuh drama politik setelah Menteri Perindustrian Mengajukan rekomendasi Garam Konsumsi dijadikan garam Industri Ke KKP. Dari sini semakin tampak pula bahwa ada korporasi yang bermain untuk menguasai pasar garam nasional sehingga dampak dari drama ini petani garam harus menjerit karena garamnya tidak terserap. 

Untuk menyikapi hal demikian maka kami gerakan mahasiswa ekstra parlemen (GEMPAR) menyatakan sikap dengan tegas bahwa kami menolak impor garam, dan kandangkan mafia garam di madura. Karena disamping menyandra hak – hak petani garam, Madura masih siap memenuhi stok garam nasional. 

Maka dari itu kami menuntut :

1. DPRD sumenep harus menolak import Garam.

2. Usut tuntas mafia GARAM.

3. Kembalikan Regulasi Impor Garam seperti semula: wajibkan importir membeli garam lokal dalam katagori Garam Konsumsi.

4. Musnahkan garam impor PT. Mitra tunggal swakarsa atau PT. Garindo agar tidak merembes ke Pasar Garam Konsumsi untuk menjaga agar harga garam lokal tidak jatuh. (Red)

Bagikan berita ini
35 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *